Uu Ruzhanul Resmikan Program SNIRUPA untuk Atasi Penyalahgunaan NAPZA di Jabar
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
“Saya mendukung apa yang diresmikan, apa yang diprogramkan hari ini sebagai alat untuk sempurnanya ikhtiar, karena sarana dan prasarana merupakan alat mutlak untuk mencapai tujuan,” ujarnya.
Direktur RSJ Provinsi Jabar Elly Marliyani mengatakan, pihaknya meningkatkan kapasitas pelayanan rawat inap untuk klien para penyalahguna narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (NAPZA) di Rumah Palma, RSJ Jabar. Semula jumlah tempat tidur di Rumah Palma sebanyak 19. Kini RSJ Jabar menambah hingga 44, bahkan direncanakan jumlah tempat tidur di Rumah Palma mencapai 100.
Elly menjelaskan, SNIRUPA merupakan terobosan atau inovasi yang lahir karena masalah narkoba di tengah masyarakat yang mengkhawatirkan. Sayangnya, belum semua korban NAPZA berkeinginan sembuh dan bisa mengakses rehabilitasi NAPZA.
Menurut Elly, layanan rehabilitasi NAPZA masih rendah diminati karena keterbatasan fasilitas dan dukungan pembiayaan. Meski demikian, pihaknya tetap berkontribusi sebagai penyelenggara sektor kesehatan guna meningkatkan akses dan mutu layanan rehabilitasi medis bagi korban NAPZA.
“Kami sebagai satu-satunya UPTD instansi pemerintah daerah provinsi Jawa Barat yang mempunyai tugas pokok untuk menyelenggarakan upaya kesehatan korban NAPZA secara paripurna mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi," ucapnya.
Saat ini, di RSJ memiliki 209 tempat tidur, tapi untuk tempat tidur NAPZA ada 19 yang saat ini sudah terisi penuh. Pihaknya pun mulai nambah kapasitas tempat tidur untuk korban NAPZA per hari ini menjadi 44.
“Jumlah ini akan terus berproses menuju 100 tempat tidur untuk korban NAPZA . Kami ingin bantu masyarakat yang butuh rehabilitasi medis. Oleh karena itu perlu ada terobosan kami melalui SNIRUPA,” ucap Elly.
Direktur RSJ Provinsi Jabar Elly Marliyani mengatakan, pihaknya meningkatkan kapasitas pelayanan rawat inap untuk klien para penyalahguna narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (NAPZA) di Rumah Palma, RSJ Jabar. Semula jumlah tempat tidur di Rumah Palma sebanyak 19. Kini RSJ Jabar menambah hingga 44, bahkan direncanakan jumlah tempat tidur di Rumah Palma mencapai 100.
Elly menjelaskan, SNIRUPA merupakan terobosan atau inovasi yang lahir karena masalah narkoba di tengah masyarakat yang mengkhawatirkan. Sayangnya, belum semua korban NAPZA berkeinginan sembuh dan bisa mengakses rehabilitasi NAPZA.
Menurut Elly, layanan rehabilitasi NAPZA masih rendah diminati karena keterbatasan fasilitas dan dukungan pembiayaan. Meski demikian, pihaknya tetap berkontribusi sebagai penyelenggara sektor kesehatan guna meningkatkan akses dan mutu layanan rehabilitasi medis bagi korban NAPZA.
“Kami sebagai satu-satunya UPTD instansi pemerintah daerah provinsi Jawa Barat yang mempunyai tugas pokok untuk menyelenggarakan upaya kesehatan korban NAPZA secara paripurna mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi," ucapnya.
Saat ini, di RSJ memiliki 209 tempat tidur, tapi untuk tempat tidur NAPZA ada 19 yang saat ini sudah terisi penuh. Pihaknya pun mulai nambah kapasitas tempat tidur untuk korban NAPZA per hari ini menjadi 44.
“Jumlah ini akan terus berproses menuju 100 tempat tidur untuk korban NAPZA . Kami ingin bantu masyarakat yang butuh rehabilitasi medis. Oleh karena itu perlu ada terobosan kami melalui SNIRUPA,” ucap Elly.
Lihat Juga :