100 Musisi Bernyanyi Promosikan Keindahan Pulau Flores ke Dunia
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 05:28 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli menyatakan komitmen daerahnya untuk menjadikan Festival Musik Flores sebagai agenda tahunan yang juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.
"Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, hingga pemerintah dapat memberikan tempat/creative hub bagi musisi-musisi Flores untuk dapat didokumentasikan dan bekerjasama dengan pihak-pihak swasta agar kegiatan ini dapat berjalan semakin baik," ucapnya.
Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, adanya BPOLBF bertujuan untuk pengembangan desa wisata, pembangunan creative hub, serta pendampingan dan pelatihan terkait pengembangan skill di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Harapannya wisatawan dapat menikmati alam dan budaya Flores sebagai destinasi super premium,” tuturnya.
Flores bukan sekadar pulau indah di bagian timur Indonesia. Sorang etnomusikolog Belanda, Jaap Kunst, yang pernah mempelajari musik di Indonesia, dari ujung barat Sabang hingga ujung timur Merauke pada dekade 1930-an melukiskan bahwa masyarakat Flores adalah masyarakat yang senang bernyanyi atau The Singing Society.
Pengamatan Kunst ini dilihatnya sendiri karena hampir semua kegiatan harian masyarakat Flores selalu dilakukan sambil bernyanyi-nyanyi, mulai dari berkebun, menanam padi, menangkap ikan di laut, hingga melakukan panen.
Berbekal penelitian penting dan monumental dari Kunst itu serta semangat untuk melestarikan, mengembangkan dan mengingatkan kembali masyarakat Flores, NTT, Indonesia bahkan dunia tentang budaya bernyanyi orang Flores, gagasan tentang "The Singing Island" pun berdengung kencang.
“I am here in happy island, where we sing while we talk, a place we love to call our home, where we dance while we walk, happy heart is our medicine” adalah penggalan lirik lagu Flores the Singing Island yang menunjukkan kecintaan masyarakat Flores yang senang bernyayi untuk menyenangkan hati sebagai obat terbaik dalam kehidupan.
"Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, hingga pemerintah dapat memberikan tempat/creative hub bagi musisi-musisi Flores untuk dapat didokumentasikan dan bekerjasama dengan pihak-pihak swasta agar kegiatan ini dapat berjalan semakin baik," ucapnya.
Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, adanya BPOLBF bertujuan untuk pengembangan desa wisata, pembangunan creative hub, serta pendampingan dan pelatihan terkait pengembangan skill di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Harapannya wisatawan dapat menikmati alam dan budaya Flores sebagai destinasi super premium,” tuturnya.
Flores bukan sekadar pulau indah di bagian timur Indonesia. Sorang etnomusikolog Belanda, Jaap Kunst, yang pernah mempelajari musik di Indonesia, dari ujung barat Sabang hingga ujung timur Merauke pada dekade 1930-an melukiskan bahwa masyarakat Flores adalah masyarakat yang senang bernyanyi atau The Singing Society.
Pengamatan Kunst ini dilihatnya sendiri karena hampir semua kegiatan harian masyarakat Flores selalu dilakukan sambil bernyanyi-nyanyi, mulai dari berkebun, menanam padi, menangkap ikan di laut, hingga melakukan panen.
Berbekal penelitian penting dan monumental dari Kunst itu serta semangat untuk melestarikan, mengembangkan dan mengingatkan kembali masyarakat Flores, NTT, Indonesia bahkan dunia tentang budaya bernyanyi orang Flores, gagasan tentang "The Singing Island" pun berdengung kencang.
“I am here in happy island, where we sing while we talk, a place we love to call our home, where we dance while we walk, happy heart is our medicine” adalah penggalan lirik lagu Flores the Singing Island yang menunjukkan kecintaan masyarakat Flores yang senang bernyayi untuk menyenangkan hati sebagai obat terbaik dalam kehidupan.
(shf)
Lihat Juga :