Jubir Luhut: Tak Ada Ancaman Merumahkan Pekerja Lokal di Konawe

Jum'at, 29 Mei 2020 - 18:03 WIB
loading...
Jubir Luhut: Tak Ada...
Puluhan tenaga kerja asing asal China berbaris disalah satu perusahaan milik pengusaha China yang beroperasi di Indonesia. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi meluruskan maksud pernyataan External Affairs Manager PT VDNI terkait kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe. Jodi mengatakan, tidak ada ancaman untuk merumahkan pekerja lokal seperti yang diberitakan Mitra Sulawesi pada 21 Mei 2020.

“Hal ini berkaitan dengan transfer teknologi. Sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan itu bergantung pada 500 TKA yang akan datang nanti. Jika TKA yang merupakan tenaga ahli tersebut tidak datang, maka mereka pekerja lokal ini tidak bisa memulai pekerjaan,” terang Jodi di Jakarta, 29 Mei 2020.

Baca juga: Menko Luhut Sebut TKA China Akan Masuk Lagi ke Indonesia Bulan Juni

Untuk diketahui, di Kawasan industri Virtue Dragon di Konawe, jumlah tenaga kerja seluruhnya adalah 11.790 orang, dengan komposisi 11.084 tenaga kerja Indonesia dan 706 TKA China. 500 TKA yang akan datang bertujuan untuk mempercepat progress konstruksi agar cepat beroperasi, sehingga tenaga kerja lokal bisa lebih banyak diserap.

“Jadi TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal, tapi justru untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal, karena ketika sudah mulai beroperasi, tenaga kerja lokal akan lebih banyak lagi yang bekerja di sana,” tambah Jodi.

Sebelumnya External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan kedatangan 500 TKA China ke Sultra bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS. Pengerjaan tungku smelter ini akan menyerap ribuan pekerja lokal.

Mereka adalah tenaga ahli untuk memasang alat pada tungku smelter, untuk produksi dan mempertahankan operasional di lapangan. Saat ini sebagian pembangunan terpaksa diberhentikan sementara karena kurangnya tenaga ahli.

“Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok. Paling lama itu tiga bulan, maksimal enam bulan, tenaga ahli itu paling lama bekerja 6 bulan, jika bisa lebih cepat lagi misal 3 bulan selesai, mereka langsung pulang,” kata Indrayanto keterangan tertulisnya, Senin 11 Mei lalu.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
500 TKA China Akan Bekerja...
500 TKA China Akan Bekerja Selama 6 Bulan di Konawe
500 TKA Masuk Konawe,...
500 TKA Masuk Konawe, 2 Perusahaan Bakal Rekrut 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Aksi Tolak TKA China...
Aksi Tolak TKA China di Kendari Berlanjut, Massa Meminta Kepala Imigrasi Mundur
Tolak TKA China, Massa...
Tolak TKA China, Massa IMM Geruduk Kantor Disnaker Sultra
Mahasiswa Masih Ngotot...
Mahasiswa Masih Ngotot Tolak TKA China Masuk ke Konawe
Demo Tolak TKA China...
Demo Tolak TKA China Gelombang 2 Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi
Tepati Janji, VDNI dan...
Tepati Janji, VDNI dan OSS Ngaku Rekrut 3.300 Tenaga Kerja Lokal di Konawe
Tak Puas Keterangan...
Tak Puas Keterangan Menaker soal TKA China, Komisi IX DPR Bakal ke Konawe
PKS Sesalkan Pemerintah...
PKS Sesalkan Pemerintah Tak Patuhi Rekomendasi DPR Soal TKA China
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved