Prominens 98 FK UMI Siapkan Makanan Bagi Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri
Rabu, 18 Agustus 2021 - 22:18 WIB
loading...
Prominens 98 FK UMI menyerahkan bantuan ke pengelola Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kota Makassar, Rabu (18/8). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Prominens 98 FK Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyalurkan bantuan 100 paket mandi dan makanan untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kota Makassar, Rabu (18/8).
Ketua Angkatan Prominens 98 FK UMI , Dokter Wachyudi Muchsin mengatakan, walau kecil, bantuan ini diharapkan bermanfaat bagi pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.
Baca juga:Kembali Bertambah, Pendaki Meninggal di Gunung Bawakaraeng Jadi 3 Orang
"Semoga bermanfaat bagi masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri maupun relawan yang bertugas di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kota Makassar. Akan kami galang terus bantuan ini dengan kerja sama semua alumni kedokteran UMI ," ujar Wachyudi Muchsin.
Dokter Hisbullah selaku pembina relawan BBPK Makassar mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 di Sulsel yang masih cukup tinggi, maka pasien positif harus diisolasi secepatnya supaya tidak menulari orang lain. Sayangnya, rumah sakit rujukan Covid-19 hanya diprioritaskan bagi pasien bergejala berat.
Ketua Angkatan Prominens 98 FK UMI , Dokter Wachyudi Muchsin mengatakan, walau kecil, bantuan ini diharapkan bermanfaat bagi pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.
Baca juga:Kembali Bertambah, Pendaki Meninggal di Gunung Bawakaraeng Jadi 3 Orang
"Semoga bermanfaat bagi masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri maupun relawan yang bertugas di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kota Makassar. Akan kami galang terus bantuan ini dengan kerja sama semua alumni kedokteran UMI ," ujar Wachyudi Muchsin.
Dokter Hisbullah selaku pembina relawan BBPK Makassar mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 di Sulsel yang masih cukup tinggi, maka pasien positif harus diisolasi secepatnya supaya tidak menulari orang lain. Sayangnya, rumah sakit rujukan Covid-19 hanya diprioritaskan bagi pasien bergejala berat.
Lihat Juga :