Upacara Bendera Petani Rawa Pening, Kibarkan Merah Putih di Tengah Genangan Limpasan Danau Alam
Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:27 WIB
loading...
Tiga orang petani berpakaian adat mengibarkan bendera merah putih di tengah sawah yang tergenang air limpasan Rawapening, Kabupaten Semarang, Selasa (17/8/2021). Foto/Angga Rosa
A
A
A
SEMARANG - Puluhan anggota Forum Petani Rawapening Bersatu menggelar upacara bendera HUT ke-76 Republik Indonesia di areal persawahan tergenang air limpasan danau alam di Kabupaten Semarang itu, Selasa (17/8/2021).
Para petani di desa sekitar kawasan Rawapening ini berharap, pada momen kemerdekaan ini, pemerintah bisa lebih mendengarkan suara rakyat dan mengabulkan permohonannya terkait sempadan Rawapening.
Baca juga: Merah Putih Raksasa Berkibar di Ketinggian 90 Meter Tebing Gunung Hawu Padalarang
"Kami mohon kepada pemangku kebijakan dengarkanlah suara rakyat jerit tangis petani Sebonorowo Pening (desa di sekitar Rawapening) karena tidak bisa bertanam padi dan tidak bisa panen sedangkan panen tersebut sangat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar angsuran bank," kata koordinator Forum Petani Rawapening Bersatu, Suwastiyono.
Dia menuturkan, mengapa para petani di kawasan Rawapening menggelar upacara peringatan HUT ke 76 Republik Indonesia di sawah yang tergenang air ini, karena lahan ini merupakan hak milik para petani yang menjadi tempat bergantung mencari nafkah. Hanya, selama dua tahun ini, sawah ini tidak bisa ditanami lantaran tergenang air limpasan Rawapening.
"Kami tidak melaksanakan upacara di tanah lapang atau tempat kering, karena petani se wilayah Rawapening sudah dua tahun tidak bisa tanam padi. Ini sebagai bentuk protes kepada pemangku kebijakan yang tidak menguntungkan bagi petani," ujarnya.
Para petani di desa sekitar kawasan Rawapening ini berharap, pada momen kemerdekaan ini, pemerintah bisa lebih mendengarkan suara rakyat dan mengabulkan permohonannya terkait sempadan Rawapening.
Baca juga: Merah Putih Raksasa Berkibar di Ketinggian 90 Meter Tebing Gunung Hawu Padalarang
"Kami mohon kepada pemangku kebijakan dengarkanlah suara rakyat jerit tangis petani Sebonorowo Pening (desa di sekitar Rawapening) karena tidak bisa bertanam padi dan tidak bisa panen sedangkan panen tersebut sangat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar angsuran bank," kata koordinator Forum Petani Rawapening Bersatu, Suwastiyono.

Dia menuturkan, mengapa para petani di kawasan Rawapening menggelar upacara peringatan HUT ke 76 Republik Indonesia di sawah yang tergenang air ini, karena lahan ini merupakan hak milik para petani yang menjadi tempat bergantung mencari nafkah. Hanya, selama dua tahun ini, sawah ini tidak bisa ditanami lantaran tergenang air limpasan Rawapening.
"Kami tidak melaksanakan upacara di tanah lapang atau tempat kering, karena petani se wilayah Rawapening sudah dua tahun tidak bisa tanam padi. Ini sebagai bentuk protes kepada pemangku kebijakan yang tidak menguntungkan bagi petani," ujarnya.
Lihat Juga :