Tangis Pecah di Hari Kemerdekaan, Ribuan Pejuang Timor Timur Beri Hormat Sang Merah Putih
Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:17 WIB
loading...
Memperingati HUT ke-7 kemerdekaan Indonesia, para mantan pejuang Timor Timur menggelar upacara bendera di kamp pengungsian Naibonat. Foto/iNews TV/Eman Suni
A
A
A
KUPANG - Tangis haru menyelimuti upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, di perbatasan Indonesia, dengan Timor Leste. Ribuan pejuang Timor Timur, menggelar upacara tersebut di kamp pengungsian Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT.
Baca juga: Tangis Tertumpah di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Pengguna Jalan dan Polisi Hormat Bendera Merah Putih
Upacara bendera tersebut, mereka gelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekan Indonesia . Para pengungsi yang tergabung dalam Untas ini, tetap menggelar upacara di tengah keterbatasan akibat pandemi COVID-19.
Mereka begitu antusias dan khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin langsung oleh Ketua Untas, Eurico Guters yang baru saja menerima penghargaan bintang jasa utama dari Presiden Indonesia.
Baca juga: 38 Anggota Paskibra di Langkat Terpapar COVID-19, Pengibaran Bendera Dilakukan Satpol PP
Eurico Guteres mengatakan, warga yang menggelar upacara ini merupakan warga dari bekas Provinsi Timor Timur. "Upacara ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekan Republik Indonesia ," tegasnya.
Baca juga: Merah Putih Jatuh ke Tanah, Pemuda Sumba Ini Menangis Lalu Berdoa dan Memanjat Tiang Bendera
Para pengungsi yang merupakan warga Timor Timur, dan memilih ikut Indonesia , ketika Timor Leste merdeka, sudah 22 tahun lamanya menempati rumah darurat di Kamp Pengungsian Naibonat. Hingga kini, mereka belum mendapat hak atas tanah yang mereka tempati.
Baca juga: Tangis Tertumpah di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Pengguna Jalan dan Polisi Hormat Bendera Merah Putih
Upacara bendera tersebut, mereka gelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekan Indonesia . Para pengungsi yang tergabung dalam Untas ini, tetap menggelar upacara di tengah keterbatasan akibat pandemi COVID-19.
Mereka begitu antusias dan khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin langsung oleh Ketua Untas, Eurico Guters yang baru saja menerima penghargaan bintang jasa utama dari Presiden Indonesia.
Baca juga: 38 Anggota Paskibra di Langkat Terpapar COVID-19, Pengibaran Bendera Dilakukan Satpol PP
Eurico Guteres mengatakan, warga yang menggelar upacara ini merupakan warga dari bekas Provinsi Timor Timur. "Upacara ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekan Republik Indonesia ," tegasnya.
Baca juga: Merah Putih Jatuh ke Tanah, Pemuda Sumba Ini Menangis Lalu Berdoa dan Memanjat Tiang Bendera
Para pengungsi yang merupakan warga Timor Timur, dan memilih ikut Indonesia , ketika Timor Leste merdeka, sudah 22 tahun lamanya menempati rumah darurat di Kamp Pengungsian Naibonat. Hingga kini, mereka belum mendapat hak atas tanah yang mereka tempati.
(eyt)
Lihat Juga :