Rapid Test Ratusan Pedagang-Pembeli Pasar Salatiga, 9 Reaktif COVID-19

Jum'at, 29 Mei 2020 - 14:36 WIB
loading...
Rapid Test Ratusan Pedagang-Pembeli...
Ratusan pedagang dan pembeli saat menjalani rapid test di Pasar Pagi Salatiga, Jumat (29/5/2020). FOTO : IST
A A A
SALATIGA - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga bekerja sama dengan Dinas Perdagangan melakukan rapid test terhadap ratusan pedagang dan pembeli di Pasar Pagi, Salatiga Jumat (29/5/2020).

Rapid test dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Salatiga. Hasilnya, ditemukan sembilan orang dinyatakan reaktif COVID-19.

Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah menjelaskan, rapid test massal tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran besaran kasus. Persentase sampel jumlah pedagang dan pembeli, akan dibandingkan dengan banyaknya orang yang dinyatakan reaktif atau nonreaktif.

“Sebelumnya sudah ditemukan satu pedagang Pasar Pagi dari Kabupaten Semarang yang positif. Kemudian ada lagi satu pedagang dari Salatiga yang positif terkena virus dari Pasar Kobong Semarang. Pergerakannya, orang tersebut kulakan di Pasar Kobong Semarang kemudian berdagang di Pasar Pagi,” terangkan Zuraidah.

Dia menerangkan, pedagang atau pembeli yang reaktif ini akan dilihat terlebih dahulu berasal dari kelompok mana. Kemudian baru ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri maupun uji swab.

“Yang jelas, setelah diketahui asal kelompoknya, jika orang tersebut dari Salatiga maka akan segera kita lakukan swab sesuai jadwal Puskesmas wilayah masing-masing, dan akan dilakukan contact tracking,” bebernya.

Dijelaskan, DKK bekerja sama dengan Dinas Perdagangan akan menghubungi pedagang atau pembeli yang dinyatakan reaktif, sesuai nama dan nomor telepon yang tertera dalam kartu yang diserahkan saat rapid test.

“Hasil rapid test ini akan ditindaklanjuti dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengantisipasi penularan. Alhamdulillah di Pasar Pagi ini sudah jauh hari menerapkan physical distancing, sehingga ketika kita temukan salah satu pedagang yang positif, bisa dengan cepat kita tangani,” terang dia.

Menurutnya, dengan penerapan jaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya, akan lebih cepat dan lebih mudah melakukan total tracking.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji menambahkan, pihaknya akan segera menghubungi pedagang atau pembeli yang menunjukkan tanda reaktif, setelah resmi menerima hasil rapid test dari DKK Salatiga. Bagi yang reaktif, wajib untuk menjalani isolasi.

“Yang berdagang dan belanja di sini bukan hanya warga dari Salatiga. Karena itu jika ada yang reaktif akan segera dihubungi dan dari mana mereka berasal,” kata Kusumo.(Baca juga : Kisah Winarni, Jatuh Bangun Menjual Rengginang Demi Menyambung Hidup )

“Namun jika berasal dari daerah lain, tindaklanjutnya akan diserahkan ke pemerintah daerah setempat. Namun jika yang reaktif tersebut berasal dari Salatiga, akan ditindaklanjuti dengan aturan yang ada,” pungkasnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratusan ASN Kota Salatiga...
Ratusan ASN Kota Salatiga Gelar Salat Gaib bagi Korban Gempa Cianjur
Pengeroyokan Anggota...
Pengeroyokan Anggota Kostrad oleh 5 Pemuda Bertato di Salatiga Dipicu Serempetan Kendaraan
Bawaslu Salatiga Temukan...
Bawaslu Salatiga Temukan Ribuan Nama Anggota Parpol Berpotensi Ganda
DPRD Salatiga Minta...
DPRD Salatiga Minta TMJ Realisasikan Pembangunan Pintu Tol dalam Kota
Berebut 235 Formasi,...
Berebut 235 Formasi, Ribuan Pelamar CPNS dan PPPK Pemkot Salatiga Diminta Patuhi Aturan
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan COVID-19, Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Wajib Taati Prokes
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Akan Bangun Rumah Susun Sewa untuk Pekerja di Jawa Tengah
Menkes Budi Gunadi Positif...
Menkes Budi Gunadi Positif Covid-19, Langsung Isolasi Mandiri
Joe Biden Positif Covid-19,...
Joe Biden Positif Covid-19, Gedung Putih: Gejala Ringan
Rekomendasi
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Berita Terkini
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved