A.M Thalib, Rela Bumi Hanguskan Semua Fasilitas Demi Pertahankan Wilayah Sumsel dari Belanda
Senin, 16 Agustus 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Pertemuan tersebut dilakukan atas ajakan dewan Banteng yang ingin memutuskan hubungan dengan pemerintah pusat (Jakarta). Namun, AM Thalib beserta rombongan tidak ingin hal tersebut terjadi karena hanya akan menyengsarakan penduduk Sumsel secara keseluruhan.
Pada saat itu, A.M Thalib berbicara langsung mewakili delegasi dan atas nama rakyat Sumsel menolak ajakan tersebut. AM Thalib secara detail dan gamblang menerangkan tentang kerugian bila rencana Dewan Banteng dilanjutkan. Akhirnya, A.M Thalib bersama rombongannya secara tegas menolak ajakan Dewan Banteng.
Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, penjajah Indonesia yang dulu pernah menguasai tanah Indonesia kembali datang. Belanda dengan berbagai kekuatan tempurnya melancarkan agresi militer di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di Sumatera Selatan.
Pada pagi tanggal 29 Desember 1948, informasi datang dari Intel pusat bahwa akan terjadi penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh Belanda. Pasalnya, Belanda sudah melancarkan agresinya di Pulau Jawa. Maka tidak menutup kemungkinan juga akan menyerang wilayah lain di Indonesia. Akhirnya terbukti benar, Belanda menyerang Sumsel dengan menurunkan pasukan dari angkatan darat dan angkatan udaranya.
Namun sebelum Belanda datang untuk melancarkan agresi di Sumatera Selatan, AM Thalib beserta jajaran teras militer di Sumatra Selatan telah bersepakat untuk melakukan strategi bumi hangus, yaitu dengan slogan ‘Kita Bakar Sumatra Selatan’.
Artinya, semua fasilitas yang bisa digunakan oleh Belanda akan dihancurkan secara total, baik itu gedung-gedung, jalan raya, jembatan, bahkan sejumlah perkebunan juga tidak luput dibumihanguskan. Secara tidak langsung perekonomian yang dikelola oleh kaum kapitalis, juga sebagian dari sisa-sisa juragan Belanda menjadi kolaps dan gulung tikar.
Baca juga: Kisah Heroik Bocah Kediri, Bertaruh Nyawa Jadi Kurir Proklamasi Kemerdekaan 1945
Sementara itu, Belanda akhirnya datang dan menyerang Sumsel dengan membabi buta. Namun, A.M Thalib dengan semua pejuang di sana tetap gigih berjuang melawan penjajah Belanda hingga titik darah penghabisan.
Pada saat itu, A.M Thalib berbicara langsung mewakili delegasi dan atas nama rakyat Sumsel menolak ajakan tersebut. AM Thalib secara detail dan gamblang menerangkan tentang kerugian bila rencana Dewan Banteng dilanjutkan. Akhirnya, A.M Thalib bersama rombongannya secara tegas menolak ajakan Dewan Banteng.
Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, penjajah Indonesia yang dulu pernah menguasai tanah Indonesia kembali datang. Belanda dengan berbagai kekuatan tempurnya melancarkan agresi militer di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di Sumatera Selatan.
Pada pagi tanggal 29 Desember 1948, informasi datang dari Intel pusat bahwa akan terjadi penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh Belanda. Pasalnya, Belanda sudah melancarkan agresinya di Pulau Jawa. Maka tidak menutup kemungkinan juga akan menyerang wilayah lain di Indonesia. Akhirnya terbukti benar, Belanda menyerang Sumsel dengan menurunkan pasukan dari angkatan darat dan angkatan udaranya.
Namun sebelum Belanda datang untuk melancarkan agresi di Sumatera Selatan, AM Thalib beserta jajaran teras militer di Sumatra Selatan telah bersepakat untuk melakukan strategi bumi hangus, yaitu dengan slogan ‘Kita Bakar Sumatra Selatan’.
Artinya, semua fasilitas yang bisa digunakan oleh Belanda akan dihancurkan secara total, baik itu gedung-gedung, jalan raya, jembatan, bahkan sejumlah perkebunan juga tidak luput dibumihanguskan. Secara tidak langsung perekonomian yang dikelola oleh kaum kapitalis, juga sebagian dari sisa-sisa juragan Belanda menjadi kolaps dan gulung tikar.
Baca juga: Kisah Heroik Bocah Kediri, Bertaruh Nyawa Jadi Kurir Proklamasi Kemerdekaan 1945
Sementara itu, Belanda akhirnya datang dan menyerang Sumsel dengan membabi buta. Namun, A.M Thalib dengan semua pejuang di sana tetap gigih berjuang melawan penjajah Belanda hingga titik darah penghabisan.
Lihat Juga :