Tekan Laju Penularan COVID-19, Luwu Utara Manfaatkan Silacak

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 09:36 WIB
loading...
Tekan Laju Penularan...
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Komang Krisna. Foto: Istimewa
A A A
LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memanfaatkan aplikasi pencatatan digital data kontak erat pasien COVID-19 (Silacak), untuk menekan penularan.

Terlebih Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Luwu Utara berisiko tinggi, yang berakibat kabupaten ini masuk ke dalam zona merah, penyebab COVID-19, bersama beberapa daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Bupati Luwu Utara Beri Ruang ke Camat Berinovasi Tangani Covid-19

Data pantauan COVID-19 per tanggal 13 Agustus 2021, terdapat penambahan 63 kasus baru, dengan jumlah orang yang sembuh 11 orang, serta tiga orang meninggal dunia. Total kasus 2.715, dan 2.012 orang dinyatakan sembuh, dan 78 meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 , Komang Krisna, menyebutkan bahwa angka positivity rate Luwu Utara masih sangat tinggi, yakni 63,29%. Untuk menurunkan angka tersebut, kata Komang, maka testing dan tracing secara masif wajib dilakukan.

“Angka positivity rate kita masih sangat tinggi, yaitu 63,29%,” ungkap Komang Krisna, Sabtu (14/8/2021), di Masamba.

Untuk itu, pihaknya, akan memasifkan testing dan tracing dengan menggunakan SILACAK, dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Testing dan tracing memang akan meningkatkan kasus yang sifatnya sementara, tapi akan menekan laju penularan sebesar 25%,” ucap Komang beralasan.

Baca Juga: Pelaku Usaha di Luwu Utara yang Disiplin Prokes Bakal Dapat Hadiah

“Ayo, Tim Tracer Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kita manfaatkan SILACAK ini,” sambungnya.

Bupati Kabupaten Luwu Utara , Indah Putri Indriani, menekankan perlunya mengoptimalkan penanganan COVID-19 dengan fokus kepada penanganan di hulu, seperti upaya pencegahan dengan memperkuat 3T, testing, tracing, dan treatment.

“Kita tidak bicara kasus lagi karena tiap hari kita update via kanal-kanal pemerintah. Bagaimana pun usaha kita, kalau penanganan di hulu tidak dilakukan, maka akan jebol juga,” ujar Indah.

Sekadar diketahui, SILACAK adalah sebuah aplikasi pencatatan digital data kontak erat pasien COVID-19 yang memudahkan pelacakan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Aplikasi ini dari Kementerian Kesehatan.

Hasil SILACAK nantinya dilaporkan via laman Silacak.kemkes.go.id yang servernya terhubung ke pusat, dan data dimonitor langsung Kemenkes. Meski begitu, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan petugas Dinkes tetap melakukan pelacakan secara manual di lapangan.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Banjir Luwu Utara Bikin...
Banjir Luwu Utara Bikin 5 Desa Terisolasi 3 Bulan, Pemerintah Tutup Mata?
Tak Ulas Visi Misi,...
Tak Ulas Visi Misi, Suaib Mansur Banyak Curhat dan Minta Dukungan
Pencarian Korban Bencana...
Pencarian Korban Bencana Banjir Luwu Utara Terus Dilakukan
Warga Sulsel di Jayapura...
Warga Sulsel di Jayapura Galang Bantuan untuk Bencana Masamba
Apa Itu Rehabilitasi...
Apa Itu Rehabilitasi yang Diberikan Prabowo untuk 2 Guru Luwu Utara
Dua Guru Luwu Utara...
Dua Guru Luwu Utara Bersyukur Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo
Prabowo Pulihkan Nama...
Prabowo Pulihkan Nama Baik 2 Guru yang Dipecat di Luwu Utara, Istana: Pahlawan Harus Dilindungi
Rekomendasi
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Berita Terkini
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved