Hijrah Harus Dimaknai Upaya Meninggalkan Kebiadaban Menuju Keberadaan
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
"Setidaknya kita harus jadi khilafah untuk diri sendiri. Inilah gunanya kita diciptakanoleh Tuhansebagai khilafah, yaitudapat memberikanmanfaat untuk makhluk lainnya, karena kejahatan ataupunkebiadabanitudatangnyadari pikiran dan hati yang kotor," ujarKetua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ).
Terkait perankaumperempuan dalam konteks hijrah kebangsaan, Musdah menilai peran-peran tersebut akan sulit dilakukan jika parakaumperempuan tidak menyadari bahwa dirinya juga manusia, seorang warga negara, seorang manusia merdeka yang punya harkat martabat.
Kaumperempuan harus menyadari potensi dirinya sebagai manusia agar dapat berperan dan memberikan karya-karya kemanusiaan terlebih pada kondisi bangsa saat ini.
"Jika perempuan sudah menyadari dirinya sebagai manusia yang merdeka maka ia dapat melakukan apapun dan memberdayakan dirinya untuk kemanusiaan sesuai dengan talenta dan bidang kerjanyamasing-masing," tuturperaih doktor bidang Pemikiran Politik Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Musdah Muliaberpesan bahwa tanpa kesadaran bahwa parakaumperempuan sebagai manusia bisa memiliki peran dalam masyarakat di tengah upaya bangsa ini untuk berhijrah maka ia tidak akan punya kontribusi apapun dalam hidup dan dalam masyarakat luas.
"Oleh karena itu maknailah hidupiniuntukselalu dapatmenolongterhadaporang-orang disekitarnya. Karenadengan cara itulahkaumperempuandapatbermakna menjadi manusia,"pungkasnya.
Terkait perankaumperempuan dalam konteks hijrah kebangsaan, Musdah menilai peran-peran tersebut akan sulit dilakukan jika parakaumperempuan tidak menyadari bahwa dirinya juga manusia, seorang warga negara, seorang manusia merdeka yang punya harkat martabat.
Kaumperempuan harus menyadari potensi dirinya sebagai manusia agar dapat berperan dan memberikan karya-karya kemanusiaan terlebih pada kondisi bangsa saat ini.
"Jika perempuan sudah menyadari dirinya sebagai manusia yang merdeka maka ia dapat melakukan apapun dan memberdayakan dirinya untuk kemanusiaan sesuai dengan talenta dan bidang kerjanyamasing-masing," tuturperaih doktor bidang Pemikiran Politik Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Musdah Muliaberpesan bahwa tanpa kesadaran bahwa parakaumperempuan sebagai manusia bisa memiliki peran dalam masyarakat di tengah upaya bangsa ini untuk berhijrah maka ia tidak akan punya kontribusi apapun dalam hidup dan dalam masyarakat luas.
"Oleh karena itu maknailah hidupiniuntukselalu dapatmenolongterhadaporang-orang disekitarnya. Karenadengan cara itulahkaumperempuandapatbermakna menjadi manusia,"pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :