50 Persen Pasien Covid-19 di FIT Asrama Haji Sudiang Sembuh
Rabu, 11 Agustus 2021 - 17:22 WIB
loading...
Tenaga kesehatan menyiapkan kamar di gedung Wisma Safa Asrama Haji Sudiang, Makassar. Kemenag Sulsel menyiapkan Asrama Haji Sudiang Makassar untuk menjadi tempat isolasi. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Sekitar 50 persen pasien Covid-19 yang ditangani di Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) di Asrama Haji dinyatakan sembuh. Totalnya, sebanyak 72 pasien yang telah pulang dan dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19.
FIT merupakan rumah sakit darurat yang diampuh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel. Pasien dibawa pengawasan dokter spesialis RS provinsi, dalam hal ini RS Labuang Baji.
Baca juga:Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Fasilitas Isolasi di Asrama Haji Sudiang
Layanan FIT ini merupakan inisiasi Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman. Tempat isolasi ini disediakan gratis dengan kerja sama Kementerian Agama.
Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, dr Haris Nawawi menyampaikan, hingga 10 Agustus 2021, total pasien yang masuk sebanyak 145 orang. 50 persen di antaranya, atau 72 pasien telah dinyatakan sembuh.
"Di antaranya pasien sekarang (menjalani isolasi) sebanyak 66 orang, pasien yang pulang sebanyak 72 orang, ada juga pasien yang dipindahkan ke RS Labuang Baji," ujarnya, Rabu (11/8/2021).
"Alhamdulillah, pasien merasa nyaman selama isolasi di FIT ini. Apalagi setelah kunjungan Bapak Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu dan mendengarkan pengakuan dari pasien yang menjalani isoman di FIT," kata Haris.
Adapun pasien yang menjalani isolasi, kata dia, berasal dari berbagai daerah. Ada dari kabupaten/kota, misalnya dari Pangkep. "Ada juga dari Jakarta yang berada di Sulsel itu isolasi di FIT," ungkapnya.
Baca juga:Wisma Asrama Haji Dibuat Seperti Kamar Hotel untuk Tempat Isolasi
Haris menegaskan, FIT terbuka untuk umum. Di mana alur penerimaan pasien bisa melalui mandiri, rujukan rumah sakit/puskesmas, melalui call center/website telemedicine hallo dokter.
"Sesuai arahan dari Bapak Plt Gubernur , syaratnya hanya memperlihatkan hasil PCR positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Kita terima. Untuk surat keterangan, nanti kami yang bantu follow up di puskesmas," jelasnya.
Apalagi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk mempermudah pengurusan surat keterangan dari puskesmas bagi pasien yang akan menjalani isolasi di Asrama Haji .
Ia pun mengimbau masyarakat, jika merasa bergejala Covid-19 agar segera melakukan tes PCR di puskesmas. Serta bisa berkonsultasi dengan layanan telemedicine hallo dokter yang disiapkan Pemprov Sulsel .
"Pasien yang sembuh maupun tenaga kesehatan kami juga selalu ingatkan agar menyampaikan kepada kerabat atau tetangga jika ada positif Covid-19 dengan tanpa gejala, sebaiknya melakukan isolasi di Asrama Haji. Kasihan keluarga di rumah. Segera ke kami, kami akan urus sampai sembuh," pungkasnya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Tambah 2.000 Tempat Tidur Isolasi dan ICU Pasien Covid-19
Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin. Di antaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri diantaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine halo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.
Adapun fasilitas di Asrama Haji, yakni 15 gedung perawatan, IGD darurat, kapasitas tempat tidur 1.500, standar kamar hotel, wisma tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan wifi. Untuk fasilitas kesehatan yakni memiliki ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, alkes lainnya.
FIT merupakan rumah sakit darurat yang diampuh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel. Pasien dibawa pengawasan dokter spesialis RS provinsi, dalam hal ini RS Labuang Baji.
Baca juga:Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Fasilitas Isolasi di Asrama Haji Sudiang
Layanan FIT ini merupakan inisiasi Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman. Tempat isolasi ini disediakan gratis dengan kerja sama Kementerian Agama.
Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, dr Haris Nawawi menyampaikan, hingga 10 Agustus 2021, total pasien yang masuk sebanyak 145 orang. 50 persen di antaranya, atau 72 pasien telah dinyatakan sembuh.
"Di antaranya pasien sekarang (menjalani isolasi) sebanyak 66 orang, pasien yang pulang sebanyak 72 orang, ada juga pasien yang dipindahkan ke RS Labuang Baji," ujarnya, Rabu (11/8/2021).
"Alhamdulillah, pasien merasa nyaman selama isolasi di FIT ini. Apalagi setelah kunjungan Bapak Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu dan mendengarkan pengakuan dari pasien yang menjalani isoman di FIT," kata Haris.
Adapun pasien yang menjalani isolasi, kata dia, berasal dari berbagai daerah. Ada dari kabupaten/kota, misalnya dari Pangkep. "Ada juga dari Jakarta yang berada di Sulsel itu isolasi di FIT," ungkapnya.
Baca juga:Wisma Asrama Haji Dibuat Seperti Kamar Hotel untuk Tempat Isolasi
Haris menegaskan, FIT terbuka untuk umum. Di mana alur penerimaan pasien bisa melalui mandiri, rujukan rumah sakit/puskesmas, melalui call center/website telemedicine hallo dokter.
"Sesuai arahan dari Bapak Plt Gubernur , syaratnya hanya memperlihatkan hasil PCR positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Kita terima. Untuk surat keterangan, nanti kami yang bantu follow up di puskesmas," jelasnya.
Apalagi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk mempermudah pengurusan surat keterangan dari puskesmas bagi pasien yang akan menjalani isolasi di Asrama Haji .
Ia pun mengimbau masyarakat, jika merasa bergejala Covid-19 agar segera melakukan tes PCR di puskesmas. Serta bisa berkonsultasi dengan layanan telemedicine hallo dokter yang disiapkan Pemprov Sulsel .
"Pasien yang sembuh maupun tenaga kesehatan kami juga selalu ingatkan agar menyampaikan kepada kerabat atau tetangga jika ada positif Covid-19 dengan tanpa gejala, sebaiknya melakukan isolasi di Asrama Haji. Kasihan keluarga di rumah. Segera ke kami, kami akan urus sampai sembuh," pungkasnya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Tambah 2.000 Tempat Tidur Isolasi dan ICU Pasien Covid-19
Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin. Di antaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri diantaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine halo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.
Adapun fasilitas di Asrama Haji, yakni 15 gedung perawatan, IGD darurat, kapasitas tempat tidur 1.500, standar kamar hotel, wisma tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan wifi. Untuk fasilitas kesehatan yakni memiliki ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, alkes lainnya.
(luq)
Lihat Juga :