Anggaran Baju Louis Vuittion Rp675 Juta, Begini Kata Ketua DPRD Tangerang
Selasa, 10 Agustus 2021 - 19:46 WIB
loading...
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menggelar konfrensi pers terkair pembatalan baru dinas baru. Foto: MPI/Isty Maulidya
A
A
A
TANGERANG - Pengadaan seragam dinas anggota DPRD Kota Tangerang Louis Vuittion dibatalkan. Alasannya, anggaran yang ditujukan untuk pengadaan seragam itu dinilai fantastis dan tidak etis.
Berdasarkan data dari situs https://lpse.tangerangkota.go.id, nilai anggaran mencapai Rp675 juta sedangkan pada tahun 2020 anggaran pengadaan bahan pakaian itu hanya sebesar Rp312,5 juta.
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menjelaskan, kenaikan tersebut disebabkan oleh jumlah seragam yang bertambah. Selain itu, kenaikan anggaran juga dipengaruhi oleh harga bahan baku di pasaran termasuk spesifikasi serta kualitas bahan baku.
"Anggaran bertambah karena jumlah bertambah. Spesifikasi barang dan kualitas barang itu sendiri, harga di pasaran juga naik," lanjut Gatot di Tangerang, Selasa (10/8/2021).
Gatot juga mengatakan, bahwa pembatalan ini dilakukan setelah mendengar masukan dari banyak pihak. Dia juga menyatakan bahwa sebenarnya DPRD Kota Tangerang selalu terbuka menerima kritik dan saran. Namun, dia mempertanyakan mengapa persoalan ini ramai dikritisi setelah pemenang lelang ditetapkan.
Berdasarkan data dari situs https://lpse.tangerangkota.go.id, nilai anggaran mencapai Rp675 juta sedangkan pada tahun 2020 anggaran pengadaan bahan pakaian itu hanya sebesar Rp312,5 juta.
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menjelaskan, kenaikan tersebut disebabkan oleh jumlah seragam yang bertambah. Selain itu, kenaikan anggaran juga dipengaruhi oleh harga bahan baku di pasaran termasuk spesifikasi serta kualitas bahan baku.
"Anggaran bertambah karena jumlah bertambah. Spesifikasi barang dan kualitas barang itu sendiri, harga di pasaran juga naik," lanjut Gatot di Tangerang, Selasa (10/8/2021).
Gatot juga mengatakan, bahwa pembatalan ini dilakukan setelah mendengar masukan dari banyak pihak. Dia juga menyatakan bahwa sebenarnya DPRD Kota Tangerang selalu terbuka menerima kritik dan saran. Namun, dia mempertanyakan mengapa persoalan ini ramai dikritisi setelah pemenang lelang ditetapkan.
Lihat Juga :