Kades Gemiring Lor Dipolisikan, Dituduh Tutup Akses Perusahaan Pakai Batu dan Pasir
Selasa, 10 Agustus 2021 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Ketika itu lanjut Nimerodi Gulo, Kades AM dengan nada mengancam meminta kepada petugas keamanan perusahaan agar aktivitas kegiatan operasional perusahaan dihentikan, karena dianggap sewa tanah untuk 2,5 tahun ke depan belum dibayar.
"Kontrak sewa lahan ini sebenarnya tidak ada kaitanya dengan Kepala Desa Gemiring Lor (Kades AM) , karena lahan ini merupakan lahan bengkok yang diperuntukan Subiyanto, selaku Kamituwo (Kepala Dusun). Sedangkan perusahaan menyewa lahan dengan Kamituwo dengan jangka waktu lima tahun, sementara masih berjalan 2,5 tahun," terang Nimerodi Gulo, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Garang Saat Tarung Bebas di Jalanan Makassar, Para Petarung Nangis Dijemput Keluarganya
Penutupan aktivitas perusahaan tersebut, kata Nimerodi Gulo dilakukan dengan cara menimbun material tanah bercampur batu di akses jalan masuk area perusahaan. Sebelum penutupan berlangsung, Kades AM mengerahkan masa tak kurang dari 100 orang guna mengeluarkan kendaraan operasional perusahaan.
"Jalan masuk perusahaan itu ditutup dengan material tanah dan batu oleh Kades AM . Memang sempat bersitegang dengan petugas keamanan perusahaan, namun jumlah massa yang banyak membuat petugas keamanan kami tak bisa berbuat banyak," imbuhnya.
Baca juga: Air Mata Nenek Aisyah Menitik Saat Impian Kursi Rodanya Diwujudkan Danrem Lilawangsa
"Kontrak sewa lahan ini sebenarnya tidak ada kaitanya dengan Kepala Desa Gemiring Lor (Kades AM) , karena lahan ini merupakan lahan bengkok yang diperuntukan Subiyanto, selaku Kamituwo (Kepala Dusun). Sedangkan perusahaan menyewa lahan dengan Kamituwo dengan jangka waktu lima tahun, sementara masih berjalan 2,5 tahun," terang Nimerodi Gulo, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Garang Saat Tarung Bebas di Jalanan Makassar, Para Petarung Nangis Dijemput Keluarganya
Penutupan aktivitas perusahaan tersebut, kata Nimerodi Gulo dilakukan dengan cara menimbun material tanah bercampur batu di akses jalan masuk area perusahaan. Sebelum penutupan berlangsung, Kades AM mengerahkan masa tak kurang dari 100 orang guna mengeluarkan kendaraan operasional perusahaan.
"Jalan masuk perusahaan itu ditutup dengan material tanah dan batu oleh Kades AM . Memang sempat bersitegang dengan petugas keamanan perusahaan, namun jumlah massa yang banyak membuat petugas keamanan kami tak bisa berbuat banyak," imbuhnya.
Baca juga: Air Mata Nenek Aisyah Menitik Saat Impian Kursi Rodanya Diwujudkan Danrem Lilawangsa
Lihat Juga :