Tahapan Seleksi CPNS Berpotensi Molor, Penetapan Formasi Belum Diumumkan
Jum'at, 07 Mei 2021 - 17:58 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Tahapan pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berpotensi molor. Pengumuman penetapan formasi hingga saat ini belum diumumkan pusat.
Seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) direncanakan mulai dibuka tahun ini. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (kemenpan-RB) belum memberikan jadwal resmi tahapan pelaksanaannya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Akselerasi Serapan Belanja Modal
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi mengaku, pihaknya belum menerima informasi kapan pengumuman penetapan formasi. Padahal rencana awal formasi CPNS akan diumumkan paling lambat akhir Maret.
“Saya juga gelisah ini tunggu penetapan formasi CPNS. Karena bayangkan rencana awal itu bulan Maret, nah ini sudah bulan Mei belum keluar formasi,” sebut dia kepada SINDOnews, Kamis (6/5/2021).
Belum diumumkannya penetapan formasi ini, lanjut dia, dikhawatirkan akan membuat molor tahapan seleksi CPNS-PPPK. Dimana sebelumnya direncanakan tahapan pendaftaran dibuka antara Mei-Juni setelah formasi diumumkan. “Jadi bisa-bisa molor pendaftarannya ini CPNS,” sambung Imran.
Pihaknya pun belum mengetahui pasti penyebab lambatnya pengumuman formasi CPNS-PPPK. Kata dia, bisa saja masih sementara kajian oleh pusat.
Baca juga:Sekprov Sulsel Ikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021
“Awalnya sudah mau keluar (formasi), tapi konon kabarnya teman-teman di Kemenpan bilang tiba-tiba ada arahan Presiden Jokowi bahwa formasi itu yang banyak (akomodir tenaga teknis) di lapangan. Jadi mungkin setelah ada arahan itu, mereka menyesuaikan formasi kembali. Minimal kuota-kuota untuk tenaga administrasi dikurangi, diperbanyak di lapangan,” jelasnya.
Pemprov Sulsel sebelumnya sudah mengusulkan kebutuhan ASN sebanyak total 1.013 formasi kepada pemerintah pusat. Usulan itu terbagi untuk jalur penerimaan seleksi CPNS maupun PPPK.
Khusus usulan melalui seleksi CPNS, dirincikan sebanyak 112 formasi diantaranya untuk tenaga kesehatan, dan 389 formasi tenaga teknis. Sedangkan pada jalur PPPK, diusul 91 formasi tenaga guru khusus pendidikan agama, 36 formasi penerimaan tenaga kesehatan, serta 385 formasi untuk tenaga teknis.
"Kita kan ajukan 1.013 formasi ke pusat. Cuma mungkin tidak sebesar itu nanti yang disetujui. Tidak semuanya. Tapi kita harap kuota kita besar yang diberikan dari pusat," imbuh Imran.
Baca juga:Plt Gubernur Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Maros
Di luar dari itu, Pemprov Sulsel juga mengajukan kebutuhan tenaga guru khusus seleksi PPPK sebanyak 9.493 formasi. Usulan ini khusus untuk program pengangkatan sejuta guru honorer melalui rekrutmen PPPK.
Sementara Kepala Kantor Regional (Kanreg) IV BKN Makassar, Harun Arsyad yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya juga belum mengetahui pasti jadwal tahapan seleksi CPNS-PPPK 2021. "Belum ada (pengumuman penetapan formasi)," singkat dia.
Seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) direncanakan mulai dibuka tahun ini. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (kemenpan-RB) belum memberikan jadwal resmi tahapan pelaksanaannya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Akselerasi Serapan Belanja Modal
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi mengaku, pihaknya belum menerima informasi kapan pengumuman penetapan formasi. Padahal rencana awal formasi CPNS akan diumumkan paling lambat akhir Maret.
“Saya juga gelisah ini tunggu penetapan formasi CPNS. Karena bayangkan rencana awal itu bulan Maret, nah ini sudah bulan Mei belum keluar formasi,” sebut dia kepada SINDOnews, Kamis (6/5/2021).
Belum diumumkannya penetapan formasi ini, lanjut dia, dikhawatirkan akan membuat molor tahapan seleksi CPNS-PPPK. Dimana sebelumnya direncanakan tahapan pendaftaran dibuka antara Mei-Juni setelah formasi diumumkan. “Jadi bisa-bisa molor pendaftarannya ini CPNS,” sambung Imran.
Pihaknya pun belum mengetahui pasti penyebab lambatnya pengumuman formasi CPNS-PPPK. Kata dia, bisa saja masih sementara kajian oleh pusat.
Baca juga:Sekprov Sulsel Ikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021
“Awalnya sudah mau keluar (formasi), tapi konon kabarnya teman-teman di Kemenpan bilang tiba-tiba ada arahan Presiden Jokowi bahwa formasi itu yang banyak (akomodir tenaga teknis) di lapangan. Jadi mungkin setelah ada arahan itu, mereka menyesuaikan formasi kembali. Minimal kuota-kuota untuk tenaga administrasi dikurangi, diperbanyak di lapangan,” jelasnya.
Pemprov Sulsel sebelumnya sudah mengusulkan kebutuhan ASN sebanyak total 1.013 formasi kepada pemerintah pusat. Usulan itu terbagi untuk jalur penerimaan seleksi CPNS maupun PPPK.
Khusus usulan melalui seleksi CPNS, dirincikan sebanyak 112 formasi diantaranya untuk tenaga kesehatan, dan 389 formasi tenaga teknis. Sedangkan pada jalur PPPK, diusul 91 formasi tenaga guru khusus pendidikan agama, 36 formasi penerimaan tenaga kesehatan, serta 385 formasi untuk tenaga teknis.
"Kita kan ajukan 1.013 formasi ke pusat. Cuma mungkin tidak sebesar itu nanti yang disetujui. Tidak semuanya. Tapi kita harap kuota kita besar yang diberikan dari pusat," imbuh Imran.
Baca juga:Plt Gubernur Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Maros
Di luar dari itu, Pemprov Sulsel juga mengajukan kebutuhan tenaga guru khusus seleksi PPPK sebanyak 9.493 formasi. Usulan ini khusus untuk program pengangkatan sejuta guru honorer melalui rekrutmen PPPK.
Sementara Kepala Kantor Regional (Kanreg) IV BKN Makassar, Harun Arsyad yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya juga belum mengetahui pasti jadwal tahapan seleksi CPNS-PPPK 2021. "Belum ada (pengumuman penetapan formasi)," singkat dia.
(luq)
Lihat Juga :