Kerukunan Keluarga Luwu Raya Diajak Bekerja Sama Bangun Sulsel
Rabu, 09 Juni 2021 - 16:22 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti halalbihalal Kerukunan Keluarga Luwu Raya, Rabu (9/6/2021). Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengajak Kerukunan Keluarga Luwu Raya untuk ikut berpartisipasi dalam membangun Sulsel. Hal ini diungkapkan saat mengikuti halalbihalal Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Luwu Raya (PB-KKL Raya) secara virtual, Rabu (9/6/2021).
Kegiatan itu diikuti oleh Kerukunan Keluarga Luwu Raya se-Indonesia. Hadir pula para bupati/wali kota se-Luwu Raya, Ketua Umum PB KKL-Raya, Buhari Kahar Muzakkar, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Tana Luwu, Andi Arus Victor, serta Yang Mulia Datu Luwu, Andi Maradang Machkulau Opu To Bau.
Baca juga: Disdik Sulsel Pastikan PPDB 2021 Tanpa Pungutan
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi Kerukunan Keluarga Luwu Raya untuk bersinergi dengan pemerintah. Insyaallah ke depan kita saling bahu membahu memberikan ide, masukan kepada kami untuk kesejahteraan masyarakat banyak,” katanya.
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, menyampaikan bahwa atas nama Pemprov Sulsel berterima kasih kepada Kerukunan Keluarga Luwu Raya yang melaksanakan ajang silaturahmi ini dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Masukan maupun saran dari Luwu Raya menjadi cacatan dalam proyeksi pembangunan Sulsel ke depan.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, kata dia, Pemprov Sulsel terus berupaya dalam pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, upaya pemulihan ekonomi, serta penanganan pandemi Covid-19. Olehnya itu, ia meminta agar PB KKL-Raya turut membantu dalam menyosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.
Dirinya menyampaikan, sebagai langkah proaktif dalam pengembangan akses udara pada Bandara Sorowako, kini telah dilakukan penyerahan dari emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk kepada Pemprov Sulsel.
Baca juga: Jadwal Pembayaran Gaji ke-13 ASN Pemprov Sulsel Belum Jelas
“Proyeksi kita ke depan, bandara ini akan menjadi fasilitas yang bisa dinikmati oleh masyarakat Luwu, terutama di Luwu Timur,” ujarnya.
“Komitmen bersama tidak lain yang kita lakukan adalah untuk menggalakkan pergerakan barang dan jasa yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Serta kita terus mendorong pembangunan memudahkan aksesibilitas di Luwu Raya,” pungkasnya.
Selain itu, dilakukan pengerjaan bahkan pembukaan ruas jalan khususnya di wilayah terisolir. Pihaknya juga mendorong Bendung Baliase, di Kabupaten Luwu Utara.
“Ini menjadi bendung terbesar, karena daerah irigasinya melayani area persawahan seluas sekitar 21.000 hektare. Ini merupakan investasi pemerintah pusat untuk masyarakat Luwu Raya, jadi asetnya langsung dinikmati oleh oleh para petani. Jadi lumbung kedaulatan pangan tidak berhenti di Luwu,” terangnya.
Baca juga: RS Otak di Sulsel Bakal Dibangun 2022, Kemenkes Siapkan Rp900 M
Ia menambahkan, meski tidak tiap hari berada di Luwu, namun pihaknya terus merumuskan program agar ada efek sistematis untuk kesejahteraan masyarakat banyak di Luwu Raya.
“Terus mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan menjadi perhatian kami,” akunya.
Kegiatan itu diikuti oleh Kerukunan Keluarga Luwu Raya se-Indonesia. Hadir pula para bupati/wali kota se-Luwu Raya, Ketua Umum PB KKL-Raya, Buhari Kahar Muzakkar, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Tana Luwu, Andi Arus Victor, serta Yang Mulia Datu Luwu, Andi Maradang Machkulau Opu To Bau.
Baca juga: Disdik Sulsel Pastikan PPDB 2021 Tanpa Pungutan
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi Kerukunan Keluarga Luwu Raya untuk bersinergi dengan pemerintah. Insyaallah ke depan kita saling bahu membahu memberikan ide, masukan kepada kami untuk kesejahteraan masyarakat banyak,” katanya.
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, menyampaikan bahwa atas nama Pemprov Sulsel berterima kasih kepada Kerukunan Keluarga Luwu Raya yang melaksanakan ajang silaturahmi ini dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Masukan maupun saran dari Luwu Raya menjadi cacatan dalam proyeksi pembangunan Sulsel ke depan.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, kata dia, Pemprov Sulsel terus berupaya dalam pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, upaya pemulihan ekonomi, serta penanganan pandemi Covid-19. Olehnya itu, ia meminta agar PB KKL-Raya turut membantu dalam menyosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.
Dirinya menyampaikan, sebagai langkah proaktif dalam pengembangan akses udara pada Bandara Sorowako, kini telah dilakukan penyerahan dari emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk kepada Pemprov Sulsel.
Baca juga: Jadwal Pembayaran Gaji ke-13 ASN Pemprov Sulsel Belum Jelas
“Proyeksi kita ke depan, bandara ini akan menjadi fasilitas yang bisa dinikmati oleh masyarakat Luwu, terutama di Luwu Timur,” ujarnya.
“Komitmen bersama tidak lain yang kita lakukan adalah untuk menggalakkan pergerakan barang dan jasa yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Serta kita terus mendorong pembangunan memudahkan aksesibilitas di Luwu Raya,” pungkasnya.
Selain itu, dilakukan pengerjaan bahkan pembukaan ruas jalan khususnya di wilayah terisolir. Pihaknya juga mendorong Bendung Baliase, di Kabupaten Luwu Utara.
“Ini menjadi bendung terbesar, karena daerah irigasinya melayani area persawahan seluas sekitar 21.000 hektare. Ini merupakan investasi pemerintah pusat untuk masyarakat Luwu Raya, jadi asetnya langsung dinikmati oleh oleh para petani. Jadi lumbung kedaulatan pangan tidak berhenti di Luwu,” terangnya.
Baca juga: RS Otak di Sulsel Bakal Dibangun 2022, Kemenkes Siapkan Rp900 M
Ia menambahkan, meski tidak tiap hari berada di Luwu, namun pihaknya terus merumuskan program agar ada efek sistematis untuk kesejahteraan masyarakat banyak di Luwu Raya.
“Terus mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan menjadi perhatian kami,” akunya.
(luq)
Lihat Juga :