Klaster Rumah Tangga Tinggi, Tracing Dalam Kota Perlu Dimasifkan

Senin, 09 Agustus 2021 - 07:51 WIB
loading...
Klaster Rumah Tangga...
Klaster rumah tangga di Kota Makassar tinggi, sehingga tracing perlu dimasifkan. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Kasus positif Covid-19 di Kota Makassar masih fluktuatif. Salah satu yang menjadi penyumbang adalah tingginya klaster rumah tangga. Tracing pun perlu dimasifkan di dalam kota.

"Transmisinya kan sudah lokal, di dalam kabupaten dan kota itu sendiri cukup tinggi, maka upaya pencarian kasus di dalam, itu yang perlu dimasifkan," ungkap Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Ansariadi kepada SINDOnews, Minggu (8/8/2021).

Meski klaster rumah tangga cukup mengkhawatirkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar justru gencar melakukan tracing di perbatasan. Diketahui, 3.000 alat tes antigen disiapkan untuk pengguna jalan yang melintas di perbatasan.

Menurut Ansariadi, upaya tracing di perbatasan bisa saja dilakukan. Hanya saja dinilai kurang efektif, baik dari sisi anggaran hingga SDM-nya.

Baca Juga: 3.000 Alat Tes Antigen Bakal Disiapkan di Perbatasan Makassar-Gowa

Ansariadi melanjutkan, berkaca pada pengalaman tahun lalu, upaya tracing di perbatasan justru menggunakan anggaran yang cukup tinggi namun kurang efektif.

"Lebih baik SDM dan biaya yang ada digunakan untuk melakukan pencarian kasus di dalam kabupaten atau kota tersebut. Pengalaman tahun lalu, biayanya cukup mahal dan kurang efektif mengurangi penularan," katanya.

Penempatan posko untuk melakukan tracing di perbatasan, lanjut Ansariadi, hanya efektif mengurangi mobilitas antar daerah saja. Langkah tersebut lebih tepat bagi daerah yang memiliki kasus yang minim berbanding daerah dengan kasus yang tinggi.

Baca Juga: Epidemiolog Beberkan Tempat Isolasi Ideal bagi Pasien Covid-19

Ahli Epidemiologi lainnya, Prof Ridwan Amiruddin sebelumnya juga mengutarakan hal yang sama. Upaya penulusuran kasus Covid-19 dianggap akan lebih efektif jika dilakukan di dalam kota atau kabupaten. Apalagi kasus rumah tangga di Makassar menycapai 35% sampai 40% kasus.

"Positifity rate itu Makassar itu 35%-40% penularan pada klaster keluarga. Jadi sebenarnya kasus ini sudah ada di dalam kota," bebernya.

Sehingga untuk melakukan tes Covid-19 kepada orang-orang secara random akan kurang efektif. "Itu harus dipastikan siapa kontak erat. Itu yang tidak dijalankan Pemkot. Sekarang kontak tracing cuma 1 banding 2 terlalu rendah," katanya.

Diketahui Pemkot bekerja sama dengan Kabupaten penyangga membangun sejumlah posko di perbatasan kota selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diterapkan. Posko tersebut dibekali 3.000 antigen untuk memasifkan tracing.

Baca Juga: Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi, Epidemiolog Sarankan PPKM Level 4 Dilanjutkan
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus COVID-19, Pemkot Batam Tingkatkan Pelacakan
108 Siswa dan Guru Hasil...
108 Siswa dan Guru Hasil Tracing Kontak Erat Jalani Swab Test PCR
Guru dan Murid Positif...
Guru dan Murid Positif COVID-19, 2 Sekolah di Cimahi Terpaksa Ditutup
Pemkot Malang Jadi Sorotan...
Pemkot Malang Jadi Sorotan Kemenkes, Tracing Pasien COVID-19 Tak Sesuai Kreteria
Khawatir Klaster Baru,...
Khawatir Klaster Baru, Dinkes Blitar Siapkan Tracing Peternak Ayam yang Bagi-bagi Telur
Tracing di Sulut Melebihi...
Tracing di Sulut Melebihi Target Pemerintah Pusat 5.000 Per Hari
Tekan Penyebaran Omicron,...
Tekan Penyebaran Omicron, ITB Luncurkan Aplikasi Covid Trak
Wagub DKI: PPKM Level...
Wagub DKI: PPKM Level 3 Bukan karena Omicron, tapi Minimnya Tracing
Sulsel Perlu Masifkan...
Sulsel Perlu Masifkan Tracing di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
Rekomendasi
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved