Sekprov Sulsel Laporkan Progres Penanganan Covid-19 Sulsel ke Mendagri
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 16:26 WIB
loading...
Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani saat melaporkan progres penanganan Covid-19. Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel , Abdul Hayat Gani melaporkan progres penanganan Covid-19 ke Kementerian Dalam Negeri, Jumat 6 Agustus. Pelaporan dilakukan Abdul Hayat via virtual dengan Dirjen Bina Administrasi Mendagri.
“Izin melaporkan, kemarin kita juga sudah melakukan virtual dengan Bapak Suhajar Diantoro dan hari ini kita juga melakukan lagi, dan tentu kita ingin lebih efektif dalam melakukan pengendalian Covid-19 ini,” ungkap Abdul Hayat dalam siaran persnya.
Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat Selama Masa PPKM Turun Drastis
Dalam laporannya, Abdul Hayat menjelaskan bahwa dari 24 kabupaten kota di Sulsel, Kota Makassar dan Tana Toraja masuk di level 4 PPKM, selebihnya berada di level 3, 2 dan 1. Untuk itu, ia berharap kerja sama dengan seluruh Forkopimda di Sulsel serta kabupaten kota agar bisa mengendalikan, bahkan keluar dari pandemi Covid-19 ini.
“Untuk Sulsel yang kita jaga adalah bagaimana level 1, 2 dan 3 ini tidak naik di level 4. Bahkan kita ingin yang 3 ke 2 dan 2 ke 1, dan kita segera keluar dari pandemi ini,” harap Abdul Hayat .
Baca juga: Abdi Asmara Legislator DPRD Makassar yang Meninggal Dikenal Humoris
Untuk menuju sebuah pengendalian tersebut, Pemprov Sulsel sudah menyediakan Asrama Haji sebagai tempat isolasi bagi pasien terjangkit Covid-19. Sedangkan Pemkot Makassar juga menyediakan isolasi apung dengan kapal Pelni.
“Kalau di Sulsel ada Asrama Haji, kemudian oleh Wali Kota Makassar tempat isolasi terapung itu ada KM Umsini, kemudian ada BLK (Balai Latihan Kerja) untuk antisipasi (tempat isolasi) serta tenaga medis yang kami sediakan,” tutur eks Direktur Kemiskinan Kemensos RI itu.
Baca juga: Warga Gowa Terus Diedukasi untuk Terapkan Protokol Kesehatan
Sedangkan untuk pengendalian, Pemprov Sulsel bekerja sama dengan para ahli epidemiologi dari berbagai perguruan tinggi di Sulsel untuk mencari sentral persoalan dari pandemi Covid-19 ini.
“Di bawah kendali Bapak Plt Gubernur kita melakukan berbagai model informasi dan evaluasi terkini dengan menghadirkan tim epidemiologi dari perguruan tinggi. Apa-apa saja sentral yang harus kita perhatikan dalam penanganan Covid-19 ini,” tutupnya.
“Izin melaporkan, kemarin kita juga sudah melakukan virtual dengan Bapak Suhajar Diantoro dan hari ini kita juga melakukan lagi, dan tentu kita ingin lebih efektif dalam melakukan pengendalian Covid-19 ini,” ungkap Abdul Hayat dalam siaran persnya.
Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat Selama Masa PPKM Turun Drastis
Dalam laporannya, Abdul Hayat menjelaskan bahwa dari 24 kabupaten kota di Sulsel, Kota Makassar dan Tana Toraja masuk di level 4 PPKM, selebihnya berada di level 3, 2 dan 1. Untuk itu, ia berharap kerja sama dengan seluruh Forkopimda di Sulsel serta kabupaten kota agar bisa mengendalikan, bahkan keluar dari pandemi Covid-19 ini.
“Untuk Sulsel yang kita jaga adalah bagaimana level 1, 2 dan 3 ini tidak naik di level 4. Bahkan kita ingin yang 3 ke 2 dan 2 ke 1, dan kita segera keluar dari pandemi ini,” harap Abdul Hayat .
Baca juga: Abdi Asmara Legislator DPRD Makassar yang Meninggal Dikenal Humoris
Untuk menuju sebuah pengendalian tersebut, Pemprov Sulsel sudah menyediakan Asrama Haji sebagai tempat isolasi bagi pasien terjangkit Covid-19. Sedangkan Pemkot Makassar juga menyediakan isolasi apung dengan kapal Pelni.
“Kalau di Sulsel ada Asrama Haji, kemudian oleh Wali Kota Makassar tempat isolasi terapung itu ada KM Umsini, kemudian ada BLK (Balai Latihan Kerja) untuk antisipasi (tempat isolasi) serta tenaga medis yang kami sediakan,” tutur eks Direktur Kemiskinan Kemensos RI itu.
Baca juga: Warga Gowa Terus Diedukasi untuk Terapkan Protokol Kesehatan
Sedangkan untuk pengendalian, Pemprov Sulsel bekerja sama dengan para ahli epidemiologi dari berbagai perguruan tinggi di Sulsel untuk mencari sentral persoalan dari pandemi Covid-19 ini.
“Di bawah kendali Bapak Plt Gubernur kita melakukan berbagai model informasi dan evaluasi terkini dengan menghadirkan tim epidemiologi dari perguruan tinggi. Apa-apa saja sentral yang harus kita perhatikan dalam penanganan Covid-19 ini,” tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :