TPNPB OPM Pamer Senjata Rampasan, Ini Penjelasan Polda Papua
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
AT (masyarakat) mengtakan bahwa tepat pada 22 Mei lalu seluruh warga telah diancam untuk meninggalkan rumah dan segera kabur masuk ke hutan. AT menjelaskan, bahwa saat itu kelompok Egianus memaksa dengan alasan akan terjadi perang antara Kodap III dengan pasukan aparat keamanan Indonesia.
AT merasa kesal lantaran merasa direpotkan dengan kehadiran kelompok TPNPB yang seolah kembali mengancam ketenteraman masyarakat di Nduga secara umum. Ia menuturkan bahwa kelompok masyarakat sipil tidak seharusnya dilibatkan dalam agenda perang, bahkan sudah setahun belakangan daerah di Kenyam ini sudah cukup aman.
AT juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di Kota Kenyam menyatakan ketidak sukaannya terhadap kelompok TPNPB yang terus menerus merugikan dan menghambat. "Oleh karena itu segala bentuk ‘atas nama’ yang dilakukan oleh TPNPB tidak mutlak karena hanya ancaman,"timpalnya.
Sementara Jubir Komnas-TPNPB Sebby Sambom mengatakan, bahwa TPNPB telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga dari tanggal 18 hingga 25 Mei tahun 2020 lalu. Selain itu KKB menyebutkan telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik TNI/Polri. Selain itu mereka telah menduduki 4 Pos darurat TNI/Polri.
Pasukan TPNPB berhasil menduduki Pos Darurat yang telah ditinggalkan TNI-Polri kemudian merampas perlengkapan militer yang tertinggal, diantaranya, 60 magasen peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai 3 unit yang per butir belum hitung, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah Rompi Anti Peluru, Sepatu, Baju-Celana, terpal dan peralatan lainnya yang belum dirinci.
AT merasa kesal lantaran merasa direpotkan dengan kehadiran kelompok TPNPB yang seolah kembali mengancam ketenteraman masyarakat di Nduga secara umum. Ia menuturkan bahwa kelompok masyarakat sipil tidak seharusnya dilibatkan dalam agenda perang, bahkan sudah setahun belakangan daerah di Kenyam ini sudah cukup aman.
AT juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di Kota Kenyam menyatakan ketidak sukaannya terhadap kelompok TPNPB yang terus menerus merugikan dan menghambat. "Oleh karena itu segala bentuk ‘atas nama’ yang dilakukan oleh TPNPB tidak mutlak karena hanya ancaman,"timpalnya.
Sementara Jubir Komnas-TPNPB Sebby Sambom mengatakan, bahwa TPNPB telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga dari tanggal 18 hingga 25 Mei tahun 2020 lalu. Selain itu KKB menyebutkan telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik TNI/Polri. Selain itu mereka telah menduduki 4 Pos darurat TNI/Polri.
Pasukan TPNPB berhasil menduduki Pos Darurat yang telah ditinggalkan TNI-Polri kemudian merampas perlengkapan militer yang tertinggal, diantaranya, 60 magasen peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai 3 unit yang per butir belum hitung, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah Rompi Anti Peluru, Sepatu, Baju-Celana, terpal dan peralatan lainnya yang belum dirinci.
Lihat Juga :