Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 08:15 WIB
loading...
Pengamat sekaligus praktisi industri transportasi logistik nasional, Bambang Haryo Soekartono/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Rencana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membangun kawasan wisata terpadu dari dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) mendapat sorotan tajam dari pengamat sekaligus praktisi industri transportasi logistik nasional, Bambang Haryo Soekartono.
ASDP berencana IPO pada kuartal pertama 2022 dan menargetkan untuk menyedot pendanaan hingga Rp3,25 triliun. Dana itu akan dipakai untuk mengembangkan bisnis, salah satunya membangun kawasan wisata terpadu Bakauheni Harbour City. "Saya khawatir rencana itu membuat ASDP melenceng dari tugas dan bisnis utamanya sebagai BUMN transportasi penyeberangan," kata Bambang.
Penasihat Utama sekaligus pemilik PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini menyatakan, membangun kawasan wisata dan proyek lain di luar core business akan membuat ASDP tidak fokus dan tidak serius menjalankan tugasnya melayani angkutan penyeberangan. "Sebelum melenceng jauh, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan DPR RI perlu segera mengevaluasi rencana dan kinerja ASDP,” ujarnya, Jumat (6/8/2021).
Baca juga: Pengusaha Jakarta Disekap dan Diculik, Berhasil Lepas Saat Komplotan Pelaku Lengah di Warkop
Menurut anggota DPR RI periode 2014-2019 yang pernah membidangi Komisi V dan VI ini, ASDP tidak patut menggunakan dana IPO untuk kepentingan atau bisnis lain yang tidak terkait langsung dengan tugas pokok dan core business-nya. “Kinerja ASDP di penyeberangan saja belum maksimal, kok mau berbisnis yang lain. Hampir semua lintasan komersial yang dikelola ASDP masih kekurangan dermaga, bahkan kapasitasnya kurang dari 50%. Harusnya fokus bangun dermaga dulu,” tandasnya.
ASDP berencana IPO pada kuartal pertama 2022 dan menargetkan untuk menyedot pendanaan hingga Rp3,25 triliun. Dana itu akan dipakai untuk mengembangkan bisnis, salah satunya membangun kawasan wisata terpadu Bakauheni Harbour City. "Saya khawatir rencana itu membuat ASDP melenceng dari tugas dan bisnis utamanya sebagai BUMN transportasi penyeberangan," kata Bambang.
Penasihat Utama sekaligus pemilik PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini menyatakan, membangun kawasan wisata dan proyek lain di luar core business akan membuat ASDP tidak fokus dan tidak serius menjalankan tugasnya melayani angkutan penyeberangan. "Sebelum melenceng jauh, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan DPR RI perlu segera mengevaluasi rencana dan kinerja ASDP,” ujarnya, Jumat (6/8/2021).
Baca juga: Pengusaha Jakarta Disekap dan Diculik, Berhasil Lepas Saat Komplotan Pelaku Lengah di Warkop
Menurut anggota DPR RI periode 2014-2019 yang pernah membidangi Komisi V dan VI ini, ASDP tidak patut menggunakan dana IPO untuk kepentingan atau bisnis lain yang tidak terkait langsung dengan tugas pokok dan core business-nya. “Kinerja ASDP di penyeberangan saja belum maksimal, kok mau berbisnis yang lain. Hampir semua lintasan komersial yang dikelola ASDP masih kekurangan dermaga, bahkan kapasitasnya kurang dari 50%. Harusnya fokus bangun dermaga dulu,” tandasnya.
Lihat Juga :