Pertumbuhan Ekonomi Sudah Diprediksi Airlangga Hartanto
Kamis, 05 Agustus 2021 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
"Kita lihat di kuartal I 2021, perekonomian minus 0,74%. Namun, trennya ke arah positif dan di-confirm perekonomian kita ini v curve. Kita harap pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 akan masuk jalur positif," ungkap Airlangga Sabtu, 15 Mei 2021 lalu.
Menurutnya, pemulihan ekonomi sudah terlihat dari PMI (Purchasing Manager's Index) yang mencapai angka 54,6. Dari segi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), juga mendekati angka normal. Saat ini, sudah mencapai angka sekitar 90 menuju angka 100.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja ekspor dan impor Indonesia sudah kembali ke arah positif. Belanja pemerintah juga mengalami hal serupa. "Beberapa sektor, seperti informasi komunikasi, jasa kesehatan, pertanian, properti dan industri, dengan adanya PPNBM dan kebijakan lain, membuat kenaikan yang cukup tinggi," papar Ailrangga. Baca: Aduh, Banyak Gedung di Surabaya Belum Pasang Bendera Merah Putih.
"Sehingga, PMTB (Pembentuk Modal Tetap Bruto) kita mendekati 0% atau sekarang minus 0,23%, ekspornya mencapai 6,74%. Bahkan, ini lebih tinggi dari sebelum covid-19. Demikian pula impor barang modal dan produksi 5,27%," imbuhnya.
Secara spasial, dia juga menyebut terjadi perbaikan ekonomi di beberapa daerah. "Sumatera sudah mencapai minus 0,86%, Jawa minus 0,83%, Kalimantan minus 2,23%, Sulawesi positif 1,2%. Bahkan, Maluku dan Papua sudah 8,7%. Tentu ini didorong peningkatan harga komoditas, baik sawit, karet, nikel dan batu bara," pungkasnya. Baca Juga: 9 WNA Asal Pakistan Diamankan Satpolairud Polresta Barelang.
Menurutnya, pemulihan ekonomi sudah terlihat dari PMI (Purchasing Manager's Index) yang mencapai angka 54,6. Dari segi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), juga mendekati angka normal. Saat ini, sudah mencapai angka sekitar 90 menuju angka 100.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja ekspor dan impor Indonesia sudah kembali ke arah positif. Belanja pemerintah juga mengalami hal serupa. "Beberapa sektor, seperti informasi komunikasi, jasa kesehatan, pertanian, properti dan industri, dengan adanya PPNBM dan kebijakan lain, membuat kenaikan yang cukup tinggi," papar Ailrangga. Baca: Aduh, Banyak Gedung di Surabaya Belum Pasang Bendera Merah Putih.
"Sehingga, PMTB (Pembentuk Modal Tetap Bruto) kita mendekati 0% atau sekarang minus 0,23%, ekspornya mencapai 6,74%. Bahkan, ini lebih tinggi dari sebelum covid-19. Demikian pula impor barang modal dan produksi 5,27%," imbuhnya.
Secara spasial, dia juga menyebut terjadi perbaikan ekonomi di beberapa daerah. "Sumatera sudah mencapai minus 0,86%, Jawa minus 0,83%, Kalimantan minus 2,23%, Sulawesi positif 1,2%. Bahkan, Maluku dan Papua sudah 8,7%. Tentu ini didorong peningkatan harga komoditas, baik sawit, karet, nikel dan batu bara," pungkasnya. Baca Juga: 9 WNA Asal Pakistan Diamankan Satpolairud Polresta Barelang.
(nag)
Lihat Juga :