Buktikan Kuliner Makassar Aman, Mahasiswa STIFA Teliti Pisang Epe
Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:44 WIB
loading...
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Makassar, berhasil membuktikan pisang epe sebagai salah satu kuliner khas Kota Makassar aman dan bebas dari logam berat (timbal). Foto: Sindonews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Makassar, berhasil membuktikan pisang epe sebagai salah satu kuliner khas Kota Makassar aman dan bebas dari logam berat (timbal).
Penelitian tersebut melibatkan lima mahasiswa yaitu Marwiyana, Reyfilda Hilda Yanti Putri K, Mutawaffiqah, Falda Gizellla Mangnga, Nurul dan Ayu Julia, dengan tujuan mengikuti Program kreativitas mahasiswa yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) yang dibimbing oleh Lukman Muslimin.
Pisang Epe sendiri sangat banyak dijajakan di sepanjang Pantai Losari dengan berbagai cita rasa yang berbeda mulai dari rasa asli yang menggunakan gula aren, hingga rasa yang lebih variatif dengan tambahan keju dan coklat.
Baca Juga: PPKM Diperpanjang atau Tidak, Ojol Tuntut Lapak Kuliner Dilonggarkan
"Pisang epe merupakan ikon Kota Makassar yang banyak diminati banyak orang, termasuk turis lokal maupun internasional dan jajanannya dijajakan di pinggir jalan," kata salah seorang peneliti Marwiyana.
Penelitian tersebut melibatkan lima mahasiswa yaitu Marwiyana, Reyfilda Hilda Yanti Putri K, Mutawaffiqah, Falda Gizellla Mangnga, Nurul dan Ayu Julia, dengan tujuan mengikuti Program kreativitas mahasiswa yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) yang dibimbing oleh Lukman Muslimin.
Pisang Epe sendiri sangat banyak dijajakan di sepanjang Pantai Losari dengan berbagai cita rasa yang berbeda mulai dari rasa asli yang menggunakan gula aren, hingga rasa yang lebih variatif dengan tambahan keju dan coklat.
Baca Juga: PPKM Diperpanjang atau Tidak, Ojol Tuntut Lapak Kuliner Dilonggarkan
"Pisang epe merupakan ikon Kota Makassar yang banyak diminati banyak orang, termasuk turis lokal maupun internasional dan jajanannya dijajakan di pinggir jalan," kata salah seorang peneliti Marwiyana.
Lihat Juga :