Tembus Rp72 Triliun, Realisasi Investasi Jabar Buka 58 Ribu Lapangan Kerja Baru
Selasa, 03 Agustus 2021 - 05:51 WIB
loading...
A
A
A
Noneng juga mencatat, penyerapan tenaga kerja perusahaan PMDN di Provinsi Jabar pada periode Januari-Juni 2021 (yoy) mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 120,93 persen. Hal ini mendorong kenaikan penyerapan tenaga kerja secara total yaitu sebesar 24,98 persen.
"Realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat pada Januari-Juni 2021 mengalami kenaikan sebesar 25 persen," sebutnya.
Secara keseluruhan, realisasi investasi PMA dan PMDN ke Jabar sebesar Rp72,46 triliun atau naik sebesar 25,17 persen dari periode sebelumnya di tahun 2020. Pada periode Januari-Juni 2020, total realisasi investasi Jabar sebesar Rp57,89 triliun.
"Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan sampai akhir tahun karena kami terus mengawal dari minat, perizinan sampai realisasi di lapangan," kata Noneng.
Lebih lanjut Noneng mengatakan, pihaknya memastikan berbagai daya dan upaya dilakukan agar investasi ke Jabar tetap menjadi juara dibanding provinsi lain. Selain terus melakukan promosi via daring, Noneng juga meyakinkan bahwa sistem perijinan makin mudah dan hadirnya kawasan-kawasan investasi baru yang menarik minat investor.
Dari realisasi investasi semester I tahun 2021, terdapat 5 kota/kabupaten dengan realisasi investasi terbesar, yakni Kabupaten Bekasi Rp23,3 triliun, Kabupaten Karawang Rp13,8 triliun, Kota Bandung Rp8,0 triliun, Kabupaten Bogor Rp6,1 triliun, Kabupaten Subang Rp3,8 triliun, dan kota/kabupaten lainnya Rp17,5 triliun.
Guna mendorong realisasi investasi, pada Agustus 2021 ini, pihaknya akan meluncurkan Ekosistem Investasi lewat 4 program unggulan. Pertama, peresmian Gedung West Java Investment Hub (WJIH) setinggi 4 lantai yang akan menjadi sarana dan tempat stakeholder investasi berkumpul. "WJIH akan menjadi tempat pertemuan bisnis, market sounding, sampai pertemuan investor," ujarnya.
"Realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat pada Januari-Juni 2021 mengalami kenaikan sebesar 25 persen," sebutnya.
Secara keseluruhan, realisasi investasi PMA dan PMDN ke Jabar sebesar Rp72,46 triliun atau naik sebesar 25,17 persen dari periode sebelumnya di tahun 2020. Pada periode Januari-Juni 2020, total realisasi investasi Jabar sebesar Rp57,89 triliun.
"Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan sampai akhir tahun karena kami terus mengawal dari minat, perizinan sampai realisasi di lapangan," kata Noneng.
Lebih lanjut Noneng mengatakan, pihaknya memastikan berbagai daya dan upaya dilakukan agar investasi ke Jabar tetap menjadi juara dibanding provinsi lain. Selain terus melakukan promosi via daring, Noneng juga meyakinkan bahwa sistem perijinan makin mudah dan hadirnya kawasan-kawasan investasi baru yang menarik minat investor.
Dari realisasi investasi semester I tahun 2021, terdapat 5 kota/kabupaten dengan realisasi investasi terbesar, yakni Kabupaten Bekasi Rp23,3 triliun, Kabupaten Karawang Rp13,8 triliun, Kota Bandung Rp8,0 triliun, Kabupaten Bogor Rp6,1 triliun, Kabupaten Subang Rp3,8 triliun, dan kota/kabupaten lainnya Rp17,5 triliun.
Guna mendorong realisasi investasi, pada Agustus 2021 ini, pihaknya akan meluncurkan Ekosistem Investasi lewat 4 program unggulan. Pertama, peresmian Gedung West Java Investment Hub (WJIH) setinggi 4 lantai yang akan menjadi sarana dan tempat stakeholder investasi berkumpul. "WJIH akan menjadi tempat pertemuan bisnis, market sounding, sampai pertemuan investor," ujarnya.
Lihat Juga :