Ridwan Kamil Sambut Baik Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab
Jum'at, 30 Juli 2021 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kata Kang Emil, Pemprov Jabar pun sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021) lalu.
"Vaksinasi penyandang disabilitas di Jabar sudah dimulai dan kita sudah punya pengalaman waktu di Wyata Guna. Jadi kita sudah melakukan simulasi dari awal plus minusnya, prosesnya seperti apa, dan itu akan kita replikasi," tuturnya.
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas akan berlangsung di sejumlah tempat. Selain puskesmas, vaksinasi akan dilakukan di sekolah, pesantren, atau melalui mobil vaksinasi COVID-19.
"Idealnya memang di puskemas, tapi tidak akan bisa 100 persen direalisasikan dan butuh waktu lama. Kami akan gunakan juga sekolah, pesantren dan mobil vaksinasi, tapi waktunya dipisahkan supaya memudahkan petugas melakukan tindakan yang terukur," jelas Kang Emil.
Kang Emil menambahkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, vaksinasi bagi penyandang disabilitas diprioritaskan di wilayah zona merah. Pihaknya sendiri sudah memiliki data sasaran vaksinasi berbasis kecamatan.
"Sesuai arahan di zona merah dan kami sudah punya datanya, tapi sasaran kami basisnya per kecamatan, bukan kota/kabupaten," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Nina Susana Dewi membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima hibah 121.648 dosis vaksin Sinopharm dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Vaksinasi penyandang disabilitas di Jabar sudah dimulai dan kita sudah punya pengalaman waktu di Wyata Guna. Jadi kita sudah melakukan simulasi dari awal plus minusnya, prosesnya seperti apa, dan itu akan kita replikasi," tuturnya.
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas akan berlangsung di sejumlah tempat. Selain puskesmas, vaksinasi akan dilakukan di sekolah, pesantren, atau melalui mobil vaksinasi COVID-19.
"Idealnya memang di puskemas, tapi tidak akan bisa 100 persen direalisasikan dan butuh waktu lama. Kami akan gunakan juga sekolah, pesantren dan mobil vaksinasi, tapi waktunya dipisahkan supaya memudahkan petugas melakukan tindakan yang terukur," jelas Kang Emil.
Kang Emil menambahkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, vaksinasi bagi penyandang disabilitas diprioritaskan di wilayah zona merah. Pihaknya sendiri sudah memiliki data sasaran vaksinasi berbasis kecamatan.
"Sesuai arahan di zona merah dan kami sudah punya datanya, tapi sasaran kami basisnya per kecamatan, bukan kota/kabupaten," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Nina Susana Dewi membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima hibah 121.648 dosis vaksin Sinopharm dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Lihat Juga :