Ribuan Warga Lereng Gunung Penanggungan Mulai Krisis Air Bersih

Kamis, 29 Juli 2021 - 18:33 WIB
loading...
Ribuan Warga Lereng...
Kekeringan mulai melanda warga di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. SINDOnews/Tritus
A A A
MOJOKERTO - Kekeringan mulai melanda warga di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Setiap tahun, daerah ini memang sudah menjadi langganan krisis air bersih .

Kondisi paling parah dialami warga Dusun Kandangan, Dusun Sekantong, Dusun Kunjuro, Desa Kunjorowesi. Setiap musim kemarau tiba, sekirat seribuan warga yang terdampak kekeringan di tiga dusun tersebut.

"Sudah mulai ini musim kemarau yang berdampak krisis air bersih dan saya sudah berencana akan mengirim surat permohonan bantuan dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto," kata Kepala Desa Kunjorowesi, Darsono Rabu (28/7/2021).

Dari ketiga dusun tersebut, dampak paling paling parah dirasakan warga Dusun Kandangan. Di dusun tersebut, ada sebanyak 202 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami krisis air bersih. Praktis warga hanya bisa mengharapkan bantuan air bersih dari Pemkab Mojokerto.

"Kalau di Dusun Kunjuro dapat diatasi dengan cara bergilir dari air PAM (Pipanisasi dari Sumber Duyung) meskipun menunggu empat hari baru bisa dialiri," imbuh Darsono.

Kendati sudah terjadi bertahun-tahun, namun sejauh ini belum ada solusi permanen guna mengatasi krisis air bersih dari Pemkab MOjokerto. Padahal, seribuan warga ini berharap ada upaya yang serius dari Pemkab Mojokerto guna mengatasi persoalan ini.

"Harapan kami warga tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau sehingga saya akan mengajukan bantuan Dropping air bersih dari BPBD," ucap Darsono.

Sementara itu, Plt, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Luthfi Ariono, mengatakan pihaknya belum menerima surat permohonan bantuan dropping air bersih di daerah terdampak musim kemarau di Desa Kunjorowesi. Meski demikian pihaknya akan melakukan koordinasi dengan desa.

"Sejauh ini kami masih belum menerima laporan dari pihak desa yang bersangkutan. Jika mulai kekeringan maka Pemdes akan melaporkan ke BPBD. Tapi kita akan proaktif untuk melakukan komunikasi," kata Luthfi saat dikonfirmasi.

Luthfi memastikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti jika permohonan surat dropping air dari Pemdes Kunjorowesi sudah ada. Sejauh ini, BPBD Kabupaten Mojokerto sudah menyiapkan kebutuhan air bersih guna mengatasi krisis yang melanda sejumlah daerah saat musim kemarau ini. Baca: COVID Meningkat dan Oksigen Langka, Wali Kota Bima: Kita Sedang Berupaya.

"Jadi memang setiap tahun musim kemarau wilayah Desa Kunjorowesi bahkan di daerah Kecamatan Ngoro dan Dusung Duyung Kecamatan Trawas mengalami kekeringan sehingga solusinya kita lakukan dropping air. Mekanisme itu kami menyesuaikan dengan kebutuhan desa setempat," tandas Luthfi. Baca Juga: Terlalu! Oknum ASN Pemprov Sulut Ketahuan Buat Surat Swab PCR Palsu.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pipa di Jalan RE Martadinata...
Pipa di Jalan RE Martadinata Jakut Bocor, Suplai Air Bersih ke Ancol dan Pademangan Terganggu
Banjir Probolinggo:...
Banjir Probolinggo: 1 Meninggal, 314 KK Terdampak
Kisah Pilu Korban Banjir...
Kisah Pilu Korban Banjir Bogor, 3 Hari Tanpa Air Bersih dan Listrik
Tingkatkan Pelayanan...
Tingkatkan Pelayanan Air Bersih, Pemkab Bekasi Bangun Pipa Jaringan Distribusi
Tirta Bhagasasi Tingkatan...
Tirta Bhagasasi Tingkatan Layakan Air Bersih ke Masyarakat Bekasi
Daftar Lengkap 29 Kabupaten...
Daftar Lengkap 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jatim, dari Luas Wilayah hingga Jumlah Penduduk
5 Fakta Menarik Ponorogo,...
5 Fakta Menarik Ponorogo, Kabupaten di Jatim yang Punya Julukan Kota Reog
Bank Jatim Penuhi Kebutuhan...
Bank Jatim Penuhi Kebutuhan Air Bersih Untuk Wudhu Warga di Tuban
Proyek Access Sediakan...
Proyek Access Sediakan Listrik dan Air Bersih untuk 22 Desa Terpencil di Indonesia
Rekomendasi
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Berita Terkini
Arus Balik di Cipali-Palikanci...
Arus Balik di Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
1 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Lingkar Barat Nagreg Macet Mengular hingga 5 Kilometer
1 jam yang lalu
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
1 jam yang lalu
Lerai Bentrokan Warga,...
Lerai Bentrokan Warga, Kanit Intel Polsek Wahai Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
2 jam yang lalu
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
2 jam yang lalu
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
2 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved