Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ribuan Warga Lereng Gunung Penanggungan Mulai Krisis Air Bersih

loading...
Ribuan Warga Lereng Gunung Penanggungan Mulai Krisis Air Bersih
Kekeringan mulai melanda warga di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. SINDOnews/Tritus
MOJOKERTO - Kekeringan mulai melanda warga di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Setiap tahun, daerah ini memang sudah menjadi langganan krisis air bersih .

Kondisi paling parah dialami warga Dusun Kandangan, Dusun Sekantong, Dusun Kunjuro, Desa Kunjorowesi. Setiap musim kemarau tiba, sekirat seribuan warga yang terdampak kekeringan di tiga dusun tersebut.

"Sudah mulai ini musim kemarau yang berdampak krisis air bersih dan saya sudah berencana akan mengirim surat permohonan bantuan dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto," kata Kepala Desa Kunjorowesi, Darsono Rabu (28/7/2021).

Dari ketiga dusun tersebut, dampak paling paling parah dirasakan warga Dusun Kandangan. Di dusun tersebut, ada sebanyak 202 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami krisis air bersih. Praktis warga hanya bisa mengharapkan bantuan air bersih dari Pemkab Mojokerto.



"Kalau di Dusun Kunjuro dapat diatasi dengan cara bergilir dari air PAM (Pipanisasi dari Sumber Duyung) meskipun menunggu empat hari baru bisa dialiri," imbuh Darsono.

Kendati sudah terjadi bertahun-tahun, namun sejauh ini belum ada solusi permanen guna mengatasi krisis air bersih dari Pemkab MOjokerto. Padahal, seribuan warga ini berharap ada upaya yang serius dari Pemkab Mojokerto guna mengatasi persoalan ini.

"Harapan kami warga tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau sehingga saya akan mengajukan bantuan Dropping air bersih dari BPBD," ucap Darsono.

Sementara itu, Plt, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Luthfi Ariono, mengatakan pihaknya belum menerima surat permohonan bantuan dropping air bersih di daerah terdampak musim kemarau di Desa Kunjorowesi. Meski demikian pihaknya akan melakukan koordinasi dengan desa.

"Sejauh ini kami masih belum menerima laporan dari pihak desa yang bersangkutan. Jika mulai kekeringan maka Pemdes akan melaporkan ke BPBD. Tapi kita akan proaktif untuk melakukan komunikasi," kata Luthfi saat dikonfirmasi.

Luthfi memastikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti jika permohonan surat dropping air dari Pemdes Kunjorowesi sudah ada. Sejauh ini, BPBD Kabupaten Mojokerto sudah menyiapkan kebutuhan air bersih guna mengatasi krisis yang melanda sejumlah daerah saat musim kemarau ini. Baca: COVID Meningkat dan Oksigen Langka, Wali Kota Bima: Kita Sedang Berupaya.

"Jadi memang setiap tahun musim kemarau wilayah Desa Kunjorowesi bahkan di daerah Kecamatan Ngoro dan Dusung Duyung Kecamatan Trawas mengalami kekeringan sehingga solusinya kita lakukan dropping air. Mekanisme itu kami menyesuaikan dengan kebutuhan desa setempat," tandas Luthfi. Baca Juga: Terlalu! Oknum ASN Pemprov Sulut Ketahuan Buat Surat Swab PCR Palsu.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top