Anggota Satpol PP DKI Korban Penipuan Rekrutmen Palsu Ternyata Sudah Bertugas di Pos PPKM
Kamis, 29 Juli 2021 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Korban diimingi bekerja seperti layaknya anggota Satpol PP dan bakal menerima gaji. Sejatinya, skep pengangkatan dan surat lainnya itu palsu. Dia hanya melihat dari sosmed yang ada dan mencetaknya.
"Jadi tinggal mendaftar yang mau, lalu diberikan skep surat dan diajarkan nanti tinggal kerja hari ini, dikhususkan dahulu operasi yustisi PPKM ini," jelasnya.
Hasil penyelidikan, korban sudah direkrut sejumlah orang sejak 15 Juli lalu, termasuk si pelapor dan diberikan tugas melakukan Operasi Yustisi di PPKM. Namun, para korban curiga lantaran tak kunjung menerima gaji.
"Lalu minta bantuan temannya menghubungi langsung Ketua Satpol PP DKI, pak Arifin melaporkan. Setelah dilihat, skep pengangkatan dan kontrak kerja itu ternyata palsu," paparnya.
Adapun total kerugian dari 5 orang yang telah membayar mencapai Rp60 juta dan sudah diterima pelaku. Parahnya, pelaku ternyata juga penganggutan. Aksi itu dilakukan pelaku untuk meyakinkan keluarganya kalau dia ini sudah bekerja sebagai anggota Satpol PP DKI.
"Jadi tinggal mendaftar yang mau, lalu diberikan skep surat dan diajarkan nanti tinggal kerja hari ini, dikhususkan dahulu operasi yustisi PPKM ini," jelasnya.
Hasil penyelidikan, korban sudah direkrut sejumlah orang sejak 15 Juli lalu, termasuk si pelapor dan diberikan tugas melakukan Operasi Yustisi di PPKM. Namun, para korban curiga lantaran tak kunjung menerima gaji.
"Lalu minta bantuan temannya menghubungi langsung Ketua Satpol PP DKI, pak Arifin melaporkan. Setelah dilihat, skep pengangkatan dan kontrak kerja itu ternyata palsu," paparnya.
Adapun total kerugian dari 5 orang yang telah membayar mencapai Rp60 juta dan sudah diterima pelaku. Parahnya, pelaku ternyata juga penganggutan. Aksi itu dilakukan pelaku untuk meyakinkan keluarganya kalau dia ini sudah bekerja sebagai anggota Satpol PP DKI.
Lihat Juga :