Pemkab Didorong Hasilkan Komoditas Pertanian Layak Ekspor

Kamis, 29 Juli 2021 - 07:51 WIB
loading...
Pemkab Didorong Hasilkan...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI), Adnan Purichta Ichsan. Foto: Istimewa
A A A
SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di seluruh Indonesia didorong untuk bisa menghasilkan komoditas pertanian layak ekspor. Apalagi berdasarkan data yang ada, kabupaten di Indonesia memiliki potensi ekspor komoditas pertanian yang terbuka lebar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI), Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian sudah siap memfasilitasi dan membantu anggota APKSI jika mengalami kendala.

Karena itu, dirinya berharap hal ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota APKASI dengan memenuhi persyaratan dan kondisi atas komoditas ekspor tersebut. Karena tidak jarang komoditas yang dianggap baik belum tentu memenuhi syarat untuk diekspor.

Baca Juga: Industri Terus Tumbuh, Menperin Dorong Perluasan Eskpor

"Pak Menteri Pertanian menantang kita semua saat pandemi ini untuk bisa melakukan ekspor komoditi pertanian karena menjadi solusi peningkatan perekonomian di daerah dan kementerian pertanian akan memberikan kemudahan," ungkapnya, pada Pembahasan Potensi Komoditi Ekspor Pertanian Sebagai Bahan Audiensi bersama Menteri Pertanian RI yang dilaksanakan oleh APKASI secara virtual di Peace Room A'Kio, Kantor Bupati Gowa , Rabu (28/7/2021).

Adnan juga meminta seluruh kepala daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memberikan saran dan masukan mengenai kendala yang dihadapi saat ini terutama dalam melakukan ekspor komoditas pertanian.

"Masukan dari hasil pertemuan ini akan menjadi bahan audensi dengan Bapak Menteri Pertanian. Oleh karena itu, kami berharap dalam mengelola komoditi pertanian dapat disampaikan secara real dan kita dapat saling tukar pendapat, sehingga memudahkan Tim Sekretariat Apkasi mengkompilasi data masuk dari kita semua," harap Bupati Gowa tersebut.

Baca Juga: Kementan Ajak Insan Pertanian Konsumsi Pangan Lokal

Sementara itu, CEO PT ASYX Indonesia, Perusahaan Supply Chain Collaboration & Finance Technologies, Lishia Erza yang menjadi narasumber mengatakan, daerah sebetulnya memiliki peluang yang besar untuk bisa memasarkan komoditas pertanian ke pasar luar negeri.

Hanya saja, pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan terlebih dahulu. Dia menyebutkan pemerintah kabupaten harus bisa hadir untuk mengedukasi para petani, tidak hanya mengenai peluang-peluang ekspor saja, tapi bagaimana situasi pasar global, harus menjadi pemahaman yang tidak terpisahkan.

“Misalnya saja saat ini kita melihat bagaimana euforia tanaman porang Indonesia sedang naik daun, tapi jangan kaget kalau di pasar internasional itu Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memiliki keuanggulan saja. Ada Vietnam dan Thailand yang juga telah mengembangkan porang dengan kualitas sangat baik," ungkapnya.

Selain itu, Lishia mengajak pemerintah kabupaten hadir untuk bisa memetakan data-data penting terkait komoditas unggulan apa saja yang ada di tiap-tiap daerah, berapa kapasitasnya, dan bagaimana tipe dan skala pelaku usahanya.

“Hal ini penting dilakukan pemerintah kabupaten agar tahu bagaimana treatment yang diberikan bisa tepat dosis dan tepat sasaran,” harapnya.

Baca Juga: Pemkab Wajo Genjot Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Kemendag Bahas Usulan...
Kemendag Bahas Usulan Larangan Impor Singkong, Gubernur Lampung: Ini Kabar Baik bagi Petani!
Kebijakan Gubernur Lampung...
Kebijakan Gubernur Lampung Terkait Harga Dasar Singkong Bentuk Perlindungan Terhadap Petani
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, Garut Kembangkan Budidaya Kentang Dataran Tinggi
Kopi Jadi Alternatif...
Kopi Jadi Alternatif Komoditas Andalan Warga Dieng
Kakao dari Perkebunan...
Kakao dari Perkebunan Rakyat di Bali Didorong Jadi Produk Unggulan Ekspor
Nego Tarif Trump, Indonesia...
Nego Tarif Trump, Indonesia Bakal Beli Komoditi Pertanian AS Rp75,4 Triliun
Ibas: RI-Meksiko Bisa...
Ibas: RI-Meksiko Bisa Tingkatkan Kerja Sama Pertanian dan Diversifikasi Komoditas Utama
Meningkatkan Pendapatan...
Meningkatkan Pendapatan Lebih dari 166 Ribu Petani lewat Program Makmur
Rekomendasi
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Miss Indonesia 2025...
Miss Indonesia 2025 dan Liliana Tanoesoedibjo Bangun Listrik Tenaga Surya untuk Masyarakat NTT
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Berita Terkini
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
Dokter Tifa Masuk Dittahti...
Dokter Tifa Masuk Dittahti Polda Metro Jaya, Ditahan?
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Infografis
Penyintas Bom Atom Tangisi...
Penyintas Bom Atom Tangisi Nobel, Anggap Warga Gaza Lebih Layak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved