Tekan Penularan COVID-19, Ini Strategi Berbasis RT yang Dilancarkan Ridwan Kamil
Selasa, 27 Juli 2021 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, tracer lapangan akan melaporkan hasil pelacakan kepada Babinsa atau Bhabinkamtibmas untuk diteruskan ke tracer digital yang berada di puskesmas.
Dari tracer digital, lanjut Kang Emil, data tersebut kemudian akan dilaporkan ke Koramil, Kodim, Kodam sampai akhirnya bermuara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator percepatan pelacakan dan testing ini.
Baca juga: Demi Syiar Islam, Kaligrafi Mujtahid Al Fatah Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
Di Jabar sendiri, kata Kang Emil, terdapat sekitar 262.388 RT. Artinya, Jabar membutuhkan 262.388 tracer lapangan. Sementara puskesmas ada 1.100 unit yang berarti butuh 1.100 tracer digital.
" Tracer di Jabar satu RT satu orang, tracer lapangan bisa satu atau dua orang dan tugasnya bisa berinisiatif dengan atasannya tracer digital. Nah, kemudian pastikan mereka (tracer digital) paham cara mengisi digital," kata Kang Emil.
Baca juga: Musim Kemarau Tiba, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjang Ogan Ilir
Dari tracer digital, lanjut Kang Emil, data tersebut kemudian akan dilaporkan ke Koramil, Kodim, Kodam sampai akhirnya bermuara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator percepatan pelacakan dan testing ini.
Baca juga: Demi Syiar Islam, Kaligrafi Mujtahid Al Fatah Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
Di Jabar sendiri, kata Kang Emil, terdapat sekitar 262.388 RT. Artinya, Jabar membutuhkan 262.388 tracer lapangan. Sementara puskesmas ada 1.100 unit yang berarti butuh 1.100 tracer digital.
" Tracer di Jabar satu RT satu orang, tracer lapangan bisa satu atau dua orang dan tugasnya bisa berinisiatif dengan atasannya tracer digital. Nah, kemudian pastikan mereka (tracer digital) paham cara mengisi digital," kata Kang Emil.
Baca juga: Musim Kemarau Tiba, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjang Ogan Ilir
Lihat Juga :