Epidemiolog: Makassar Harus Tingkatkan Testing dan Tracing Covid-19

Senin, 26 Juli 2021 - 09:21 WIB
loading...
Epidemiolog: Makassar...
Ahli Epidemiolog Unhas, Ansariadi menekankan, Pemkot Makassar harus melakukan perbaikan atas program 3T+1I, yakni testing tracing, treatment, dan isolasi. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Laju penularan virus korona di Sulsel masih fluktuatif. Pertumbuhan kasus Covid-19 pun masih berpusat di Kota Makassar sebagai salah satu penyumbang positif harian terbanyak.

Ahli Epidemiolog Unhas, Ansariadi menekankan, Pemkot Makassar harus melakukan perbaikan atas program 3T+1I, yakni testing, tracing, treatment, dan isolasi. Menurutnya hal itu harus diperkuat, diiringi dengan peningkatan jumlah testing (pemeriksaan) diagnosis Covid-19.

“Jumlah testing minimal 2.000-3.000 per minggu. Jika ditemukan 100 kasus, maka tracing minimal 3.000 orang. Kalau kita cepat identifikasi semua kasus bari minggu ini, dan segera dilakukan isolasi, maka kita bisa mereduksi kemungkinan bertambahnya kasus minggu berikutnya,” ucap Ansariadi dalam diskusi virtual yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Makassar Peduli Covid-19, Minggu (25/7/2021).

Baca Juga: Pemkot Makassar Belum Maksimal Tekan Angka Kasus Covid-19

Dikhawatirkan, jika tracing dan testing yang masif lambat dilakukan, penularan terus terjadi. Bahkan bisa memicu lonjakan kasus Covid-19. Padahal, pertumbuhan kasus pasca-lebaran, harus diantisipasi sedini mungkin.

Menurut dia, ada baiknya penguatan tim survailans/tracing yang melibatkan babinsa dan babinkamtibmas. Termasuk relawan dari FKM Unhas untuk bisa menguatkan testing dan pelacakan kasus baru.

“Untuk meningkatkan pencarian kasus, maka harus diinfokan kepada masyarakat untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika ada gejala atau pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif,” sebut Ansariadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Covid-19 di Solo...
Kasus Covid-19 di Solo Kembali 0, Masyarakat Diimbau Tetap Terapkan PHBS
Isolasi di Rumah Sakit...
Isolasi di Rumah Sakit Garut, Puluhan Pasien Covid-19 Dipantau Intensif
Satu Warga Gunungkidul...
Satu Warga Gunungkidul Meninggal karena Covid-19, Dinkes Catat 85 Kasus Aktif
Covid-19 Meningkat,...
Covid-19 Meningkat, Dinkes Kota Malang: Varian XBB Belum Terdeteksi
Covid-19 Kembali Melonjak,...
Covid-19 Kembali Melonjak, Capaian Vaksinasi Sumsel Masih Rendah
Kasus Covid-19 di KBB...
Kasus Covid-19 di KBB Melandai, BOR Tinggal 1,1 Persen
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Covid-19 di India...
Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
Rekomendasi
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved