Julianti, Aktivis Muslimat NU yang Menyerahkan Diri Berjibaku Tangani Jenazah COVID-19
Senin, 26 Juli 2021 - 02:57 WIB
loading...
A
A
A
Ia akhirnya meminta izin ke suaminya supaya diperbolehkan. Namun ternyata yang paling ngotot agar dirinya tak mendaftar adalah anak sulungnya. Alasannya, usia Juliati yang sudah tak mudah lagi sangat rawan terkena penyakit . Selain itu, di rumah juga ada cucunya yang masih berusia balita.
Baca juga: Terlibat Pembuatan Surat Swab PCR Palsu, Petugas Avsec Tarakan Diringkus Polisi
Setelah melewati perdebatan panjang , ia akhirnya diizinkan. Sebagai konsekuensinya dirinya tak boleh menggendong maupun dekat dengan sang cucu. Hal itu tentu membuatnya berat. Tapi bagaimanapun itu keputusan yang tepat.
"Saya tegaskan, ini hidup ibu, mumpung masih sehat ibu mau menambah amalan buat teman di alam kubur. Kamu tidak boleh melarang ibu dengan alasan sayang. Akhirnya dengan (mengucap) Bismillah. Saya berangkat berangkat jadi relawan pemulasaran jenazah di rumah sakit pasien COVID-19 ," tambahnya.
Baca juga: Toba Gempar, Melarikan Diri Dari RS dan Berulah Pasien COVID-19 Dipukuli Warga
Sebelumnya, Bupati Gresik mengkukuhkan sebanyak 61 orang menjadi relawan tangguh Pemulasaran Jenazah COVID-19 Gresik. Mereka ini, termasuk Juliati ditempatkan di seluruh RS rujukan COVID-19 yang ada di Gresik.
Ada enam rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Pemkab Gresik, untuk penugasan relawan tersebut. Yaitu RS Ibnu Sina, Rumah Sakit Semen Gresik, RS Petrokimia Gresik, PKU Ujungpangkah, RS Watestanjung Balongpanggang, dan RS Randegansari Driyorejo.
Baca juga: Terlibat Pembuatan Surat Swab PCR Palsu, Petugas Avsec Tarakan Diringkus Polisi
Setelah melewati perdebatan panjang , ia akhirnya diizinkan. Sebagai konsekuensinya dirinya tak boleh menggendong maupun dekat dengan sang cucu. Hal itu tentu membuatnya berat. Tapi bagaimanapun itu keputusan yang tepat.
"Saya tegaskan, ini hidup ibu, mumpung masih sehat ibu mau menambah amalan buat teman di alam kubur. Kamu tidak boleh melarang ibu dengan alasan sayang. Akhirnya dengan (mengucap) Bismillah. Saya berangkat berangkat jadi relawan pemulasaran jenazah di rumah sakit pasien COVID-19 ," tambahnya.
Baca juga: Toba Gempar, Melarikan Diri Dari RS dan Berulah Pasien COVID-19 Dipukuli Warga
Sebelumnya, Bupati Gresik mengkukuhkan sebanyak 61 orang menjadi relawan tangguh Pemulasaran Jenazah COVID-19 Gresik. Mereka ini, termasuk Juliati ditempatkan di seluruh RS rujukan COVID-19 yang ada di Gresik.
Ada enam rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Pemkab Gresik, untuk penugasan relawan tersebut. Yaitu RS Ibnu Sina, Rumah Sakit Semen Gresik, RS Petrokimia Gresik, PKU Ujungpangkah, RS Watestanjung Balongpanggang, dan RS Randegansari Driyorejo.
(eyt)
Lihat Juga :