Polres Mojokerto Kota Pastikan 3 Buruh Tewas Akibat Laka Kerja

loading...
Polres Mojokerto Kota Pastikan 3 Buruh Tewas Akibat Laka Kerja
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Bogiek Sugiyarto saat melakukan olah TKP di PT Enero, di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Foto/Ist.
MOJOKERTO - Lima orang pekerja pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke RSUD RA Basuni, Kabupaten Mojokerto. Tiga di antaranya diketahui tewas.

Informasi yang dihimpun, tiga orang pekerja yang tewas itu diketahui bernama Beni Trio Sucahyo (30), warga Desa Gembongan. Selanjutnya Bayu Adi Nugraha (30), serta Rudik (45). Keduanya warga Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Sementara dua korban selama yakni Jainun (45), dan Choirul Hidayat (28). Keduanya mengalami syok dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan yang pasti terkait insiden tersebut. Sejauh ini, petugas masih melakukan penyelidikan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).



"Kami baru olah TKP, kemudian kita sedang mendatangkan dari Labfor (Laboratorium Forensik). Dugaan sementara kecelakaan kerja," kata Bogiek Sugiyarto saat ditemui di depan Pabrik PG Gempol Kerep, PTPN X, Sabtu (11/4/2020).

Namun demikian, Bogiek mengaku bisa memberikan keterangan lebih perihal kronologi tumbangnya lima orang pekerja pabrik pembuatan etanol yang notabene anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. Ia menyebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan olah TKP.

"Itu (kronologinya) nanti dulu. Karena semuanya saat ini sedang bekerja di lapangan. Semua baru diperiksa, saksi yang masih hidup juga kondisinya masih dirawat. Tapi kita pastikan korban yang meninggal tiga, dan selama dua orang," tandas mantan Kapolres Poso Sulawesi Tengah ini.



Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Dokter IGD RSUD RA Basuni dr Evy Maretnawati mengungkapkan, diduga lima pekerja PT Enero itu mengalami keracunan. Sebab, tidak ada luka yang ditemukan dalam tubuh lima orang pekerja itu. Baik tiga orang yang meninggal maupun dua pekerja yang saat ini sedang menjalani perawatan medis.

"Kecurigaan kami (pekerja yang meninggal) keracunan baunya etanol, kalau luka-luka tidak ada. Kemungkinan saat membuka tangki pas ada kiriman, atau ada truk yang mengirim etanol membuka lalu gasnya menyembur," katanya.

Diberitakan sebelumnya, tiga pekerja pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto tewas. Diduga, mereka mengalami kecelakaan kerja. Sedangkan dua lainnya selamat dan masih menjalani perawatan di RSUD RA Basuni.
(yus)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top