Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Mepet Pemukiman, Sekolah Jadi Tempat Isoman Diprotes Warga Dukuh Pakis Surabaya

loading...
Mepet Pemukiman, Sekolah Jadi Tempat Isoman Diprotes Warga Dukuh Pakis Surabaya
Warga mengajukan protes rencana SDN Gunungsari I di Dukuh Pakis, Kota Surabaya dipemukiman padat penduduk dijadikan tempat isoman. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Masyarakat Dukuh Pakis, Kota Surabaya memprotes rencana Pemkot Surabaya menjadikan SDN Gunungsari I tempat isolasi mandiri (isoman) bagi warga terpapar COVID-19.

Baca juga: Makin Menggila, Kasus COVID-19 di Bali Terus Pecahkan Rekor

Warga keberatan karena sekolah yang rencananya dijadikan tempat isoman itu berhimpitan dengan pemukiman. "Belum ada sosialisasi ke kami, baru tahu juga kalau akan dipakai sebagai tempat isoman," kata Yanto, salah satu warga, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Ini Penjelasan Ahli Forensik Unpad soal Isu Jenazah COVID-19 Tak Tularkan Virus



Beberapa warga mulai berembuk, mereka menyatakan keberatannya dengan tempat isoman baru tersebut karena lokasi sekolah yang ada di tengah pemukiman warga padat penduduk. Mereka memiliki kekhawatiran kalau ada penularan di kawasan itu.



Selama ini, katanya, banyak warga yang berlalu-lalang di lokasi sekolah tersebut. Termasuk juga anak-anak yang kadang menjadikannya sebagai tempat bermain.

Kalau memang mau memakai tempat isoman, pilihannya bisa di sekolah yang lokasinya agak jauh dari pemukiman padat. "Kan ada pilihan lain, jadi jangan di tempat yang padat penduduk begini," jelasnya.

Keluhan itu, lanjutnya, sudah disampaikan. Sehingga harapan besar bagi para warga bisa dijadikan bahan pertimbangan. Apalagi banyak lokasi sekolah lainnya yang jauh dari pemukiman penduduk.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top