alexametrics

Terjebak Lockdown Negeri Jiran, TKW Sakit Keras Tak Bisa Pulang

loading...
Terjebak Lockdown Negeri Jiran, TKW Sakit Keras Tak Bisa Pulang
Keluarga dan sanak saudara berharap agar pemerintah Indonesia bisa segera memulangkan Mimin Mintarsih yang sedang sakit parah. Foto/dok. disnakertrans kkb
A+ A-
BANDUNG BARAT - Seorang perempuan pekerja migran asal Kampung Cinaga RT 01/09, Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjebak di Malaysia. Dalam kondisi sakit keras, tenaga kerja Indonesia (TKI) berusia 51 tahun bernama Mimin Mintarsih tersebut tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran kebijakan lockdown yang diterapkan Negeri Jiran.

"TKW itu sudah lama sakit dan kini dalam pengawasan polisi di Malaysia. Upaya pemulangannya terkendala status lockdown di Malaysia akibat COVID-19," kata Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bandung Barat Sutrisno, Rabu (27/5/2020).

Disnakertrans masih mencari informasi terakhir Mimin. Sutrisno mengaku mengkhawatirkan dia tidak dirawat di rumah sakit, tapi justru ditangkap polisi. Karena itu, Disnakertrans terus berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Baru.



(Baca: Jabar Siapkan Antisipasi Kedatangan Ribuan Pekerja Migran dari Luar Negeri)

Berdasarkan informasi dari KJRI Johor Bahru, Mimin bekerja sebagai asisten rumah tangga di Johor sejak Maret 2020. Tapi keberangkatannya ke Malaysia tidak menempuh prosedur resmi alias ilegal.

Sutrisno mengaku tidak mengetahui secara persis bagaimana dan siapa sponsor keberangkatan Mimin ke Malaysia. Disnakertrans sama sekali tidak memiliki catatan dan dokumen soal Mimin.

"Sebab ini ilegal, jadi kita tidak tahu di sana pekerjaannya apa, bagaimana hingga dia bisa sakit, dan kronologis sampai dia seperti itu juga kita tidak tahu, karena surat resminya belum ada," ujar dia.

(Baca: Update Corona Jabar: 2.157 Positif COVID-19, Penambahan Kasus Fluktuatif)

Meskipun begitu, Disnakertrans menegaskan tidak tinggal diam. "Lockdown di Malaysia berlaku hingga 9 Juni. Kami sedang cari jalan keluar, semoga setelah selesai yang bersangkutan bisa dipulangkan," harapnya.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak