200 Fasilitator Dilatih dan Disebar untuk Dukung Pencegahan Bullying di Sekolah
Jum'at, 16 Juli 2021 - 15:24 WIB
loading...
Pelatihan bagi 200 fasilitator dilakukan untuk disebar dan nantinya mereka dikirim ke berbagai sekolah untuk upaya pencegahan bullying. SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Yayasan PLATO bersama Yayasan Setara dan LPA Klaten melaksanakan pelatihan bagi 200 calon fasilitator untuk Replikasi Program ROOTS. Program ROOTS mengedepankan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif dan membangun iklim sekolah yang aman dan bersahabat.
Pelatihan dilakukan dua gelombang pada 14-16 Juli dan 17-19 Juli. Pelatihan yang didukung oleh UNICEF Indonesia ini merupakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) untuk mencegah perundungan atau bullying di sekolah melalui Program ROOTS.
Pelaksana Tugas Kepala Perlindungan Anak UNICEF Ali Aulia Ramly menuturkan, program berbasis sekolah ini diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan yang nantinya bisa menjadi subyek untuk menjalankan program dan kampanye anti bullying di lingkungan sekolah dan di media sosial. Baca juga: Keterlaluan Aksi Bullying di Luar Batas, Bocah Diceburkan Berkali Kali hingga Dibonceng Hampir Jatuh
“Di Pulau Jawa, Roots dilakukan di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten,” kata Ali, Jumat (16/7/2021).
Ia melanjutkan, hasil Global School Health Survey 2015 menyebutkan bahwa sekitar 21 persen anak usia 13-15 atau setara dengan 18 juta anak di Indonesia pernah mengalami perundungan dalam 1 bulan terakhir.“Makanya isu perundungan ini perlu menjadi prioritas dan melibatkan berbagai pihak untuk bersama-sama mencegah dan menanggulanginya,” ucapnya.
Pelatihan dilakukan dua gelombang pada 14-16 Juli dan 17-19 Juli. Pelatihan yang didukung oleh UNICEF Indonesia ini merupakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) untuk mencegah perundungan atau bullying di sekolah melalui Program ROOTS.
Pelaksana Tugas Kepala Perlindungan Anak UNICEF Ali Aulia Ramly menuturkan, program berbasis sekolah ini diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan yang nantinya bisa menjadi subyek untuk menjalankan program dan kampanye anti bullying di lingkungan sekolah dan di media sosial. Baca juga: Keterlaluan Aksi Bullying di Luar Batas, Bocah Diceburkan Berkali Kali hingga Dibonceng Hampir Jatuh
“Di Pulau Jawa, Roots dilakukan di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten,” kata Ali, Jumat (16/7/2021).
Ia melanjutkan, hasil Global School Health Survey 2015 menyebutkan bahwa sekitar 21 persen anak usia 13-15 atau setara dengan 18 juta anak di Indonesia pernah mengalami perundungan dalam 1 bulan terakhir.“Makanya isu perundungan ini perlu menjadi prioritas dan melibatkan berbagai pihak untuk bersama-sama mencegah dan menanggulanginya,” ucapnya.
Lihat Juga :