Bupati Benyamin Th Noach Mendorong Potensi Lokal MBD untuk Hadapi Pandemi Covid-19
Jum'at, 16 Juli 2021 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu juga dilakukan pengembangan Bumdes sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat di desa, dan pengembangan pariwisata yang didukung dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas, dan aksesbilitas menuju ke daerah-daerah pariwisata tersebut. Maluku Barat Daya memiliki tempat pariwisata khususnya pantai, sehingga tempat ini terus digali untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Pengembangan ekonomi kreatif dan potensi pangan lokal juga tetap harus didukung oleh infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Untuk itu kita terus dorong pemerataan pembangunan, penyebaran guru, fasilitas kesehatan, serta pengembangan pariwisata baru, agar roda ekonomi di masyarakat tumbuh demi terciptanya kesejahteraan yang merata," katanya.
Pada kesempatan itu Prof. Budi Frensidy bertanya kepada bupati mengenai program-program yang sudah dilaksanakan apa saja terkait menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dengan lugas, bupati menjawab pemerintah daerah selalu terus berupaya untuk mengembangkan potensi pangan lokal yang bisa dikonsumsi warga. Tujuannya agar warga tetap mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada bantuan atau sembako.
"Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini memang sangat berdampak, kita coba cari investor tapi karena wabah ini terus-menerus. Kami belajar dari hal tersebut, sesuai visi dan misi daerah kita ingin mewujudkan Maluku Barat Daya yang sejahtera, mandiri, berdaya saing berbasis sumber daya lokal dan berdaulat berdasarkan kearifan lokal," ujarnya.
Kondisi penanganan Covid-19 di Kabupaten Maluku Barat Daya, menurut bupati sampai saat ini masih dapat ditangani dengan baik. Tercatat jumlah postif sebanyak lima orang dengan kondisi orang tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri.
“Kita berharap kondisi ini segera pulih agar pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya dapat dilaksanakan dan berjalan dengan tanpa ada hambatan,” tuturnya.
"Pengembangan ekonomi kreatif dan potensi pangan lokal juga tetap harus didukung oleh infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Untuk itu kita terus dorong pemerataan pembangunan, penyebaran guru, fasilitas kesehatan, serta pengembangan pariwisata baru, agar roda ekonomi di masyarakat tumbuh demi terciptanya kesejahteraan yang merata," katanya.
Pada kesempatan itu Prof. Budi Frensidy bertanya kepada bupati mengenai program-program yang sudah dilaksanakan apa saja terkait menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dengan lugas, bupati menjawab pemerintah daerah selalu terus berupaya untuk mengembangkan potensi pangan lokal yang bisa dikonsumsi warga. Tujuannya agar warga tetap mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada bantuan atau sembako.
"Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini memang sangat berdampak, kita coba cari investor tapi karena wabah ini terus-menerus. Kami belajar dari hal tersebut, sesuai visi dan misi daerah kita ingin mewujudkan Maluku Barat Daya yang sejahtera, mandiri, berdaya saing berbasis sumber daya lokal dan berdaulat berdasarkan kearifan lokal," ujarnya.
Kondisi penanganan Covid-19 di Kabupaten Maluku Barat Daya, menurut bupati sampai saat ini masih dapat ditangani dengan baik. Tercatat jumlah postif sebanyak lima orang dengan kondisi orang tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri.
“Kita berharap kondisi ini segera pulih agar pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya dapat dilaksanakan dan berjalan dengan tanpa ada hambatan,” tuturnya.
Lihat Juga :