Penduduk Miskin Jabar Tembus 4,2 Juta Jiwa, Kenaikan Tertinggi di Perkotaan
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020-Maret 2021 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami kenaikan sebesar 46,10 ribu jiwa. Sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan sebesar 39,28 ribu jiwa.
Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 7,79% pada September 2020 menjadi 7,82% pada Maret 2021. Sedangkan yang di perdesaan turun dari 10,64% pada September 2020 menjadi 10,46% pada periode Maret 2021.
Menurut Dyah, kenaikan jumlah penduduk miskin tak lepas dari angka atau Garis Kemiskinan (GK) Jawa Barat yang mengalami peningkatan. Yaitu naik sebesar 2,82 persen dari Rp415.682 per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp427.402 per kapita per bulan. Penduduk dengan pengeluaran di bawah angka tersebut masuk kategori miskin.
"Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan. Secara total peran komoditi makanan sebesar 73,60 persen. Angka ini naik jika dibanding keadaan September 2020 yang sebesar 73,54 persen," ujarnya.
Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 7,79% pada September 2020 menjadi 7,82% pada Maret 2021. Sedangkan yang di perdesaan turun dari 10,64% pada September 2020 menjadi 10,46% pada periode Maret 2021.
Menurut Dyah, kenaikan jumlah penduduk miskin tak lepas dari angka atau Garis Kemiskinan (GK) Jawa Barat yang mengalami peningkatan. Yaitu naik sebesar 2,82 persen dari Rp415.682 per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp427.402 per kapita per bulan. Penduduk dengan pengeluaran di bawah angka tersebut masuk kategori miskin.
"Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan. Secara total peran komoditi makanan sebesar 73,60 persen. Angka ini naik jika dibanding keadaan September 2020 yang sebesar 73,54 persen," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :