Jelang Idul Adha, Ridwan Kamil Terbitkan Protokol Pelaksanaan Ibadah Kurban
Minggu, 11 Juli 2021 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Penyembelihan hewan kurban, kata Kang Emil, sebaiknya dilaksanakan di rumah pemotongan hewan ruminasia (RPH-R). Namun, karena keterbatasan lokasi, pemotongan dapat dilakukan di luar RPH-R dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dilgelar di area yang luas, dan hanya petugas pemotongan hewan yang hadir.
"Satu petugas satu alat, jangan bergantian. Sementara pemilik hewan kurban tidak perlu hadir di lokasi, panitia bisa memfasilitasi dengan alat komunikasi, bisa zoom atau lainnya," jelas Kang Emil. Baca: Polisi Tangkap Pembunuh Sadis Siswa SD di Riau, Ini Motifnya.
Kang Emil juga mengatakan, pendistribusian daging kurban dilakukan dari rumah ke rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di lokasi penyembeliah kurban.
Terkait lokasi penjualan hewan kurban, Kang Emil menegaskan wajib menerapkan protokol kesehatan, menjaga lokasi berjualan, dan hewan kurban tetap bersih. Bahkan, kata Kang Emil, akan jauh lebih baik jika penjualan dilakukan secara online atau mengoordinasikan pembelian hewan kurban melalui DKM bersangkutan.
"Perangkat daerah kabupaten/kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan harus melaporkan hasil pemeriksaan ante-mortem, penyembelihan, dan pemeriksaan post-mortem hewan kurban kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar," pungkasnya. Baca Juga: Gempar! Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pasar Cikurubuk Evakuasi Gunakan Protokol COVID-19.
"Satu petugas satu alat, jangan bergantian. Sementara pemilik hewan kurban tidak perlu hadir di lokasi, panitia bisa memfasilitasi dengan alat komunikasi, bisa zoom atau lainnya," jelas Kang Emil. Baca: Polisi Tangkap Pembunuh Sadis Siswa SD di Riau, Ini Motifnya.
Kang Emil juga mengatakan, pendistribusian daging kurban dilakukan dari rumah ke rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di lokasi penyembeliah kurban.
Terkait lokasi penjualan hewan kurban, Kang Emil menegaskan wajib menerapkan protokol kesehatan, menjaga lokasi berjualan, dan hewan kurban tetap bersih. Bahkan, kata Kang Emil, akan jauh lebih baik jika penjualan dilakukan secara online atau mengoordinasikan pembelian hewan kurban melalui DKM bersangkutan.
"Perangkat daerah kabupaten/kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan harus melaporkan hasil pemeriksaan ante-mortem, penyembelihan, dan pemeriksaan post-mortem hewan kurban kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar," pungkasnya. Baca Juga: Gempar! Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pasar Cikurubuk Evakuasi Gunakan Protokol COVID-19.
(nag)
Lihat Juga :