Kapolres Kendal Minta Pasien COVID-19 Isolasi Terpusat, Ini Alasannya
Jum'at, 09 Juli 2021 - 21:47 WIB
loading...
Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto bersama Karo SDM Polda Jawa Tengah, saat melakukan kunjungan ke tempat isolasi terpusat di Cepiring. Foto/MPI/Eddie Prayitno
A
A
A
KENDAL - Warga Kabupaten kendal, Jateng, yang terpapar COVID-19 diminta tidak isolasi mandiri (Isoman), karena bisa memicu munculnya klaster baru penularan COVID-19 di keluarga, sehingga polisi meminta warga Kendal bersedia diisolasi terpusat.
Baca juga: Usai Didenda Rp5 Juta Akibat Langgar PPKM Darurat, Tukang Bubur Pilih Pulang Kampung
"Ada yang ayahnya isoman, anaknya umur tiga tahun positif COVID-19 . Kalau misal sebelumnya terpaksa isoman karena keterbatasan tempat atau fasilitas, sekarang ini desa-desa, kecamatan-kecamatan sudah tersedia tempat isolasi terpusat," jelas Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, Jumat (9/7/2021).
Yuniar mencontohkan di Desa Cepiring, 31 warga sudah bersedia diisolasi terpusat di SDN 5 Cepiring, yang berada di belakang Mapolsek Cepiring. Saat ini Desa Cepiring, menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kendal. Langkah ini belajar dari lonjakan kasus di Kudus, di mana klaster keluarga muncul di mana-mana karena isoman yang tak disiplin prokes.
Baca juga: Usai Didenda Rp5 Juta Akibat Langgar PPKM Darurat, Tukang Bubur Pilih Pulang Kampung
"Ada yang ayahnya isoman, anaknya umur tiga tahun positif COVID-19 . Kalau misal sebelumnya terpaksa isoman karena keterbatasan tempat atau fasilitas, sekarang ini desa-desa, kecamatan-kecamatan sudah tersedia tempat isolasi terpusat," jelas Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, Jumat (9/7/2021).
Yuniar mencontohkan di Desa Cepiring, 31 warga sudah bersedia diisolasi terpusat di SDN 5 Cepiring, yang berada di belakang Mapolsek Cepiring. Saat ini Desa Cepiring, menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kendal. Langkah ini belajar dari lonjakan kasus di Kudus, di mana klaster keluarga muncul di mana-mana karena isoman yang tak disiplin prokes.
Lihat Juga :