PPKM Darurat Diperketat, Malam Ini Seluruh Bali Akan Dibuat Gelap
Kamis, 08 Juli 2021 - 16:38 WIB
loading...
Pemprov Bali meningkatkan pengetatan pada masa PPKM Darurat, dengan memadamkan lampu penerangan jalan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
DENPASAR - Siap-siap, mulai malam nanti seluruh wilayah di Bali, akan gelap. Hal ini dikarenakan, Pemprov Bali melakukan peningkatan pengetatan pada masa PPKM Darurat , dengan mematikan seluruh lampu penerangan jalan.
Baca juga: Lima Hari PPKM Darurat, COVID-19 di Jatim Bertambah 8.806 Kasus, 625 Meninggal
"Mengingat pembatasan jam operasional kegiatan masyarakat, lampu penerang jalan, di tempat umum dan tempat wisata akan dilakukan pemadaman pada Pukul 20.00 WITA," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam jumpa pers di Denpasar.
Dia menjelaskan, keputusan itu disepakati wali kota dan bupati seluruh Bali, dalam rapat evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat yang dipimpin Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Baca juga: Usai Gelar Hajatan 88 Orang Positif COVID-18, 1 Desa di Wonosobo Lockdown
Menurut Indra, pemadaman lampu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebarkan COVID-19 . Langkah itu ditempuh dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.
Gubernur Koster hari ini juga mengeluarkan aturan pembatasan jam operasional usaha tempat makan hingga pukul 20.00 Wita. Aturan itu berlaku untuk rumah makan, warung makan, kafe dan pedagang kaki lima.
Baca juga: Oknum DPRD Palopo Diduga Curi Listrik Untuk Bersenang-Senang dengan Rekan-Rekannya
Kasus COVID-19 di Bali terus menunjukkan peningkatan. Data Satgas Penanganan COVID-19 mencatat 577 kasus baru, hari ini. Sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 53.405 orang.
Untuk kasus kematian bertambah tujuh orang dengan jumlah kumulatif menjadi 1.612 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 267 orang sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 48.505 orang.
Baca juga: Lima Hari PPKM Darurat, COVID-19 di Jatim Bertambah 8.806 Kasus, 625 Meninggal
"Mengingat pembatasan jam operasional kegiatan masyarakat, lampu penerang jalan, di tempat umum dan tempat wisata akan dilakukan pemadaman pada Pukul 20.00 WITA," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam jumpa pers di Denpasar.
Dia menjelaskan, keputusan itu disepakati wali kota dan bupati seluruh Bali, dalam rapat evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat yang dipimpin Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Baca juga: Usai Gelar Hajatan 88 Orang Positif COVID-18, 1 Desa di Wonosobo Lockdown
Menurut Indra, pemadaman lampu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebarkan COVID-19 . Langkah itu ditempuh dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.
Gubernur Koster hari ini juga mengeluarkan aturan pembatasan jam operasional usaha tempat makan hingga pukul 20.00 Wita. Aturan itu berlaku untuk rumah makan, warung makan, kafe dan pedagang kaki lima.
Baca juga: Oknum DPRD Palopo Diduga Curi Listrik Untuk Bersenang-Senang dengan Rekan-Rekannya
Kasus COVID-19 di Bali terus menunjukkan peningkatan. Data Satgas Penanganan COVID-19 mencatat 577 kasus baru, hari ini. Sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 53.405 orang.
Untuk kasus kematian bertambah tujuh orang dengan jumlah kumulatif menjadi 1.612 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 267 orang sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 48.505 orang.
(eyt)
Lihat Juga :