Dapat Bantuan Oksigen 10 Ton, Ridwan Kamil: Kami Sangat Bahagia
Selasa, 06 Juli 2021 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kabar Gembira, 2 Hari Pasien COVID-19 di Sleman Sembuh 695 Orang
Menurut Kang Emil, 5-6 ton oksigen dapat digunakan untuk mengisi 1.500 tabung oksigen. Dalam kondisi darurat, jumlah tersebut mencukupi kebutuhan oksigen sampai tiga hari ke depan. Oleh karena itu, dia berharap, PT Pusri dapat mengirim oksigen setiap hari untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Jabar.
“5-6 ton ini bisa untuk 1.500 tabung yang dalam keadaan darurat karena banyaknya pasien yang membutuhkan kurang lebih tiga hari akan abis. Oleh karena itu kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa mengirim secara rutin harian atau per dua hari menyuplai di Jabar," tuturnya.
"Kita dahulukan di rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan, sehingga tidak ada kejadian di Jawa Barat ada yang meninggal dunia dikarenakan oksigennya habis," lanjutnya.
Baca juga: Rebutan Bule, 3 Cewek Cantik di Kuta Bali Baku Hantam
Saat ini, kata Kang Emil, Jabar mengalami defisit oksigen sebesar 76 ton. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Kementerian BUMN dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemprov Jabar juga mendapat dukungan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Pertamina.
Menurut Kang Emil, 5-6 ton oksigen dapat digunakan untuk mengisi 1.500 tabung oksigen. Dalam kondisi darurat, jumlah tersebut mencukupi kebutuhan oksigen sampai tiga hari ke depan. Oleh karena itu, dia berharap, PT Pusri dapat mengirim oksigen setiap hari untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Jabar.
“5-6 ton ini bisa untuk 1.500 tabung yang dalam keadaan darurat karena banyaknya pasien yang membutuhkan kurang lebih tiga hari akan abis. Oleh karena itu kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa mengirim secara rutin harian atau per dua hari menyuplai di Jabar," tuturnya.
"Kita dahulukan di rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan, sehingga tidak ada kejadian di Jawa Barat ada yang meninggal dunia dikarenakan oksigennya habis," lanjutnya.
Baca juga: Rebutan Bule, 3 Cewek Cantik di Kuta Bali Baku Hantam
Saat ini, kata Kang Emil, Jabar mengalami defisit oksigen sebesar 76 ton. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Kementerian BUMN dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemprov Jabar juga mendapat dukungan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Pertamina.
Lihat Juga :