ASN Parepare Wajib Absen Lokasi saat WFH Kembali Diterapkan
Minggu, 04 Juli 2021 - 15:57 WIB
loading...
ASN Pemkot Parepare wajib melakukan absen lokasi saat penerapan WFH. Foto: Ilustrasi
A
A
A
PAREPARE - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non ASN di lingkup Pemerintah Kota Parepare , wajib membagikan lokasi terkini secara real time 8 jam setiap hari kerja saat melakukan work form home (WFH) di tengah pandemi Covid-19 yang kembali meningkat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare , Iwan Asaad mengatakan, membagikan lokasi tersebut wajib dilakukan oleh para pegawai di grup Forum ASN Parepare pada aplikasi telegram. Pihaknya, kata Iwan, juga telah meminta seluruh Kepala SKPD memantau mobilitas para pegawai dan stafnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Parepare, Sekkot Minta Pengawasan Diperketat
"Grup telegram ini adalah ruang informasi dan tempat share lokasi 8 jam mulai pukul 07.30 setiap hari bagi seluruh ASN dan non PNS dalam rangka pemantauan mobilitas akibat pandemi Covid-19 sebagai salah satu pelaksanaan protokol kesehatan ," papar Iwan.
Untuk memaksimalkan pemantauan, tambah Iwan, para Kepala SKPD, Kabag Setdako, Camat, dan Lurah, serta Kepala Sekolah dibantu oleh Sekretaris dan tata usaha masing-masing, serta uniit kerja untuk mengundang para pegawai ke grup itu.
"Harus dipastikan agar semua stafnya masuk dalam grup dan kita berharap grup telegram bisa menampung hingga ribuan anggota," jelasnya.
Selain itu, kata Iwan, setiap pimpinan SKPD, unit kerja termasuk kepala sekolah melakukan pemantauan setiap hari kepada ASN dan non PNS masing-masing untuk tidak keluar daerah tanpa izin.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare , Iwan Asaad mengatakan, membagikan lokasi tersebut wajib dilakukan oleh para pegawai di grup Forum ASN Parepare pada aplikasi telegram. Pihaknya, kata Iwan, juga telah meminta seluruh Kepala SKPD memantau mobilitas para pegawai dan stafnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Parepare, Sekkot Minta Pengawasan Diperketat
"Grup telegram ini adalah ruang informasi dan tempat share lokasi 8 jam mulai pukul 07.30 setiap hari bagi seluruh ASN dan non PNS dalam rangka pemantauan mobilitas akibat pandemi Covid-19 sebagai salah satu pelaksanaan protokol kesehatan ," papar Iwan.
Untuk memaksimalkan pemantauan, tambah Iwan, para Kepala SKPD, Kabag Setdako, Camat, dan Lurah, serta Kepala Sekolah dibantu oleh Sekretaris dan tata usaha masing-masing, serta uniit kerja untuk mengundang para pegawai ke grup itu.
"Harus dipastikan agar semua stafnya masuk dalam grup dan kita berharap grup telegram bisa menampung hingga ribuan anggota," jelasnya.
Selain itu, kata Iwan, setiap pimpinan SKPD, unit kerja termasuk kepala sekolah melakukan pemantauan setiap hari kepada ASN dan non PNS masing-masing untuk tidak keluar daerah tanpa izin.
Lihat Juga :