COVID-19 Makin Menggila, Sleman Catat Rekor Tertinggi, Prediksi Meleset
Senin, 28 Juni 2021 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga sudah memperhitungan treatmen, tracing dan testing. Namun ternyata di luar perhitungan. Sebab terjadi ledakan. Sehingga kapasitas rumah sakit, selter, laboratorium tidak bisa menampung. “Sebenarnya kalau penambahannya seperti Januari masih memadai. Sebab sesuai intruksi Menkes, rumah sakit sudah diminta menambahi kapasitas sampai 30% dan sudah ditambah,” paparnya.
Baca juga: Klaster Keluarga Mendominasi, Jangan Memaksa Isolasi Mandiri di Rumah
Namun kenyataanya hingga 27 Juni 2021 penambahannya sudah dua kali lipat dibandingkan Januari. Hal ini berimbas pada perawatan pasien. Sebab meskipun rumah sakit dan selter perawatan sudah menambah kapasitasnya namun banyak yang tidak tertampung.
Dengan kondisi ini tidak bisa berkata apa-apa. “Terjadinya lonjakan ini, selain dampak libur lebaran, dimana libur tidak di rumah, tetapi jutsru beraktivitas, juga karena tingginya mobilitas masyarakat,” paparnya.
Direktur RSUD Sleman, Cahya Purnama menambahkan, untuk penanganan kasus COVID-19 ada 40 ruangan. 39 non kritikal dan satu ICU kritikal. Dari jumlah itu sudah terisi 95% atau 38 pasien. Namun masih bisa melayani untuk IGD COVID-19. Termasuk akan membuka satu bangsal lagi. “Tapi yang menjadi kendala SDM, sebab satu bad membutuhkan 3 perawat,” paparnya.
Baca juga: Klaster Keluarga Mendominasi, Jangan Memaksa Isolasi Mandiri di Rumah
Namun kenyataanya hingga 27 Juni 2021 penambahannya sudah dua kali lipat dibandingkan Januari. Hal ini berimbas pada perawatan pasien. Sebab meskipun rumah sakit dan selter perawatan sudah menambah kapasitasnya namun banyak yang tidak tertampung.
Dengan kondisi ini tidak bisa berkata apa-apa. “Terjadinya lonjakan ini, selain dampak libur lebaran, dimana libur tidak di rumah, tetapi jutsru beraktivitas, juga karena tingginya mobilitas masyarakat,” paparnya.
Direktur RSUD Sleman, Cahya Purnama menambahkan, untuk penanganan kasus COVID-19 ada 40 ruangan. 39 non kritikal dan satu ICU kritikal. Dari jumlah itu sudah terisi 95% atau 38 pasien. Namun masih bisa melayani untuk IGD COVID-19. Termasuk akan membuka satu bangsal lagi. “Tapi yang menjadi kendala SDM, sebab satu bad membutuhkan 3 perawat,” paparnya.
Lihat Juga :