Pemalsuan Surat Rapid Test Antigen di Batam Terbongkar, Ini Modusnya
Senin, 28 Juni 2021 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya dapat mengamankan pelaku berinisial DSH yang membuat surat rapid test antigen palsu tersebut di kantor perusahaan outsourcing PT AMK cabang Batam. Saat penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa perangkat kantor yang digunakan untuk mencetak surat rapid test antigen palsu.
Dari keterangan pelaku diketahui yang bersangkutan merupakan penanggung jawab pada Kantor PT AMK cabang Batam.
"Setelah pelamar ini berhasil disalurkan ke perusahaan pengguna, berkas asli pelamar tersebut langsung dikirimkan ke kantor pusat PT AMK di Surabaya. Adapun kegiatan pelaku membuat surat palsu tersebut sama sekali tidak diketahui oleh pihak kantor pusat PT AMK yang ada di Surabaya," bebernya.
Pelaku mengaku telah membuat surat rapid test antigen palsu sebanyak 20 lembar yang digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak Maret 2021 hingga sekarang Juni 2021. Atas perbuatan nya pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.
Dari hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa pelaku ini melakukan perbuatannya sendirian tanpa bantuan orang lain dan pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah satu klinik di Kota Batam. "Untuk korban yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut," ujarnya.
Dari keterangan pelaku diketahui yang bersangkutan merupakan penanggung jawab pada Kantor PT AMK cabang Batam.
"Setelah pelamar ini berhasil disalurkan ke perusahaan pengguna, berkas asli pelamar tersebut langsung dikirimkan ke kantor pusat PT AMK di Surabaya. Adapun kegiatan pelaku membuat surat palsu tersebut sama sekali tidak diketahui oleh pihak kantor pusat PT AMK yang ada di Surabaya," bebernya.
Pelaku mengaku telah membuat surat rapid test antigen palsu sebanyak 20 lembar yang digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak Maret 2021 hingga sekarang Juni 2021. Atas perbuatan nya pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.
Dari hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa pelaku ini melakukan perbuatannya sendirian tanpa bantuan orang lain dan pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah satu klinik di Kota Batam. "Untuk korban yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :