Kera Macaca Maura Serang Anak-anak di Desa Borimasunggu
Senin, 28 Juni 2021 - 15:46 WIB
loading...
Kera macaca maura atau kera hitam sulawesi yang berkeliaran di permukiman warga di Desa Borimasunggu. Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Warga Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros dibikin resah dengan seekor kera macaca maura yang berkeliaran di permukiman. Pasalnya, primata tersebut kerap menyerang warga, khususnya anak-anak dan perempuan.
Warga Desa Borimasunggu, Daeng Hama menjelaskan, kera tersebut sudah berada di wilayah permukiman sejak satu bulan yang lalu. Warga tak tahu persis dari mana asal kera itu, terlebih habitatnya berjarak puluhan kilometer dari desa.
Baca juga:DPRD Maros Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian
“Sudah satu bulan ada di sini. Kami tidak tahu (asalnya), karena tiba-tiba saja ada di sini dan sering menyerang anak-anak dan perempuan. Kemarin juga sempat masuk ke rumah warga dan mencuri telur,” kata Daeng Hama, Senin (28/6/2021).
Menurut pengakuan warga, kera hitam sulawesi itu memiliki badan seukuran dengan anak berusia 6 tahun. Kera itu disebutkan berjenis kelamin jantan.
"Badannya gemuk dan besar seperti anak umur 6 tahun. Nah ditakutkan kalau dia serang anak-anak begitu karena kan sama ukuran badannya. Apa lagi dia terlihat kuat dan sangat lincah. Kami sudah larang anak-anak mendekat kalau muncul lagi,” sebutnya.
Selama ini, kera itu kerap menampakkan dirinya di kebun warga tepat di pinggiran sungai. Diduga, kera itu bersembunyi di lokasi tersebut, karena masih banyak pepohonan tinggi dan semak-semak yang rimbun.
Baca juga:Chaidir Syam Ajak Warga Maros Wujudkan Keluarga Berkualitas
Sementara itu, petugas rescue dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan, Eko menyampaikan, pihaknya sudah turun sejak pekan lalu ke desa tersebut. Mereka telah berkali-kali berusaha menangkap kera itu, namun selalu gagal.
“Sejak Jumat kemarin kita terima laporan dan kami turun beberapa kali. Memang akhir-akhir ini monyet itu agresif karena kemungkinan diganggu oleh anak-anak,” Eko.
Sejumlah perlengkapan untuk menangkap kera itupun telah disiapkan petugas BKSDA, mulai dari senapan dengan bius hingga pemasangan perangkap khusus yang terbuat dari besi, di dalamnya terdapat makanan sebagai umpan.
![Kera Macaca Maura Serang Anak-anak di Desa Borimasunggu]()
“Kita sudah berkali-kali menyusuri lokasi yang diduga tempat dia bersembunyi, tapi tidak pernah kita dapati. Terakhir ini kita sudah pasang alat perangkap dan mudah-mudahan ada hasilnya dalam beberapa hari ke depan,” terangnya.
Baca juga:Sosialisasikan Prokes, Dandim 1422 Maros dan Satgas Blusukan ke Pasar
Petugas menduga, kera macaca maura itu merupakan hewan yang pernah dipelihara oleh warga, karena melihat cirinya yang tidak takut berinteraksi dengan manusia. Mereka meminta agar warga tidak menyerang maupun memberi makan kera itu.
“Kemungkinan itu lepasan yah. Kami imbau warga jangan pernah sekali-kali mengganggu apa lagi menyerangnya. Karena kalau begitu, dia akan lebih agresif nantinya,” pungkasnya.
Warga Desa Borimasunggu, Daeng Hama menjelaskan, kera tersebut sudah berada di wilayah permukiman sejak satu bulan yang lalu. Warga tak tahu persis dari mana asal kera itu, terlebih habitatnya berjarak puluhan kilometer dari desa.
Baca juga:DPRD Maros Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian
“Sudah satu bulan ada di sini. Kami tidak tahu (asalnya), karena tiba-tiba saja ada di sini dan sering menyerang anak-anak dan perempuan. Kemarin juga sempat masuk ke rumah warga dan mencuri telur,” kata Daeng Hama, Senin (28/6/2021).
Menurut pengakuan warga, kera hitam sulawesi itu memiliki badan seukuran dengan anak berusia 6 tahun. Kera itu disebutkan berjenis kelamin jantan.
"Badannya gemuk dan besar seperti anak umur 6 tahun. Nah ditakutkan kalau dia serang anak-anak begitu karena kan sama ukuran badannya. Apa lagi dia terlihat kuat dan sangat lincah. Kami sudah larang anak-anak mendekat kalau muncul lagi,” sebutnya.
Selama ini, kera itu kerap menampakkan dirinya di kebun warga tepat di pinggiran sungai. Diduga, kera itu bersembunyi di lokasi tersebut, karena masih banyak pepohonan tinggi dan semak-semak yang rimbun.
Baca juga:Chaidir Syam Ajak Warga Maros Wujudkan Keluarga Berkualitas
Sementara itu, petugas rescue dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan, Eko menyampaikan, pihaknya sudah turun sejak pekan lalu ke desa tersebut. Mereka telah berkali-kali berusaha menangkap kera itu, namun selalu gagal.
“Sejak Jumat kemarin kita terima laporan dan kami turun beberapa kali. Memang akhir-akhir ini monyet itu agresif karena kemungkinan diganggu oleh anak-anak,” Eko.
Sejumlah perlengkapan untuk menangkap kera itupun telah disiapkan petugas BKSDA, mulai dari senapan dengan bius hingga pemasangan perangkap khusus yang terbuat dari besi, di dalamnya terdapat makanan sebagai umpan.

“Kita sudah berkali-kali menyusuri lokasi yang diduga tempat dia bersembunyi, tapi tidak pernah kita dapati. Terakhir ini kita sudah pasang alat perangkap dan mudah-mudahan ada hasilnya dalam beberapa hari ke depan,” terangnya.
Baca juga:Sosialisasikan Prokes, Dandim 1422 Maros dan Satgas Blusukan ke Pasar
Petugas menduga, kera macaca maura itu merupakan hewan yang pernah dipelihara oleh warga, karena melihat cirinya yang tidak takut berinteraksi dengan manusia. Mereka meminta agar warga tidak menyerang maupun memberi makan kera itu.
“Kemungkinan itu lepasan yah. Kami imbau warga jangan pernah sekali-kali mengganggu apa lagi menyerangnya. Karena kalau begitu, dia akan lebih agresif nantinya,” pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :