Tekan Lonjakan BOR, Hotel Asrilia Bandung Dijadikan Pusat Pemulihan Pasien COVID-19

Senin, 28 Juni 2021 - 14:40 WIB
loading...
Tekan Lonjakan BOR,...
Gubernur Jabar saat meninjau Hotel Asrilia yang dialihfungsikan menjadi pusat pemulihan pasien COVID-19 di kawasan Bandung Raya. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil meninjau Hotel Asrilia yang kini telah dialihfungsikan menjadi pusat pemulihan pasien COVID-19 di kawasan Bandung Raya.

Baca juga: Tekan BOR Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Ridwan Kamil Terapkan Pola Hulu-Hilir

Alih fungsi hotel yang berlokasi di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung itu dilakukan seiring meningkatnya bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di kawasan Bandung Raya.

Baca juga: Tembok PPU Katolik Parapat Roboh, 3 Nyawa Melayang

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menuturkan, Pemda Provinsi Jabar mulai memfungsikan hotel sebagai tempat pemulihan pasien COVID-19 yang sudah melewati masa kritisnya dan dalam tahap pemulihan, agar BOR RS COVID-19 dapat ditekan.

Menurut Kang Emil, alih fungsi Hotel Asrilia menjadi pusat pemulihan pasien COVID-19 merupakan kebijakan Pemda Provinsi Jabar dalam pengendalian COVID-19 di level hilir.

Tekan Lonjakan BOR, Hotel Asrilia Bandung Dijadikan Pusat Pemulihan Pasien COVID-19

Hotel Asrilia, Kota Bandung yang dialihfungsikan menjadi pusat pemulihan pasien COVID-19 di kawasan Bandung Raya. Foto/Ist

"Ini adalah pengendalian di hilir dari COVID-19 di Jabar, yaitu menyediakan ruang pemulihan COVID-19. Untuk mengurangi keterisian rumah sakit, kita memindahkan pasien yang statusnya hijau (sudah bergejala ringan setelah dirawat di rumah sakit)," tutur Kang Emil di Hotel Asrilia, Senin (28/6/2021).

"Sehingga (pasien) yang terpindahkan tempat pemulihannya, tempat tidur (RS) bisa diisi oleh pasien lain yang berstatus kuning atau merah (gejala sedang dan berat). Kebijakan ini juga akan diberlakukan di Jabar, di wilayah Bekasi, Purwakarta yang sudah melaporkan gedung pemulihan COVID-19," sambung Kang Emil.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, Hotel Asrilia menjadi tempat pemulihan rujukan bagi pasien pindahan dari 59 RS rujukan COVID-19 yang tersebar di kawasan Bandng Raya. Dia pun berharap, kehadiran fasilitas ini dapat mengurangi beban tenaga kesehatan di RS menyusul lonjakan pasien COVID-19.

Saat ini, sebut Kang Emil, Hotel Asrilia sudah diisi oleh 46 pasien COVID-19 yang tengah menjalani masa pemulihan pindahan dari RS. Hotel Asrilia sendiri, kata Kang Emil, mampu menampung hingga 500 pasien. Menurut dia, kebijakan ini sangat penting dalam masa transisi manajemen pemulihan, terutama mengurangi BOR RS.

Meski begitu, Kang Emil menekankan bahwa alih fungsi hotel tersebut untuk sementara diperuntukan bagi pasien, bukan untuk sebagai tempat isolasi mandiri untuk menghindari potensi komplikasi karena perbedaan gejala klinis antara pasien dan warga yang menjalani isolasi mandiri.

"Sementara Asrilia ini diperuntukan untuk mengurangi BOR rumah sakit, bukan ditawarkan kepada mereka yang harus isolasi mandiri. Tapi kalau ada kebutuhan itu, itu akan kami fikirkan, tapi sementara tidak ditempat ini. Saya memahami bahwa tidak semua rumah itu memadai untuk isolasi madniri. Jadi kita pikirkan," tegasnya.

"Di hulunya sudah kita lakukan, agar jangan dikit-dikit ke RS. Kalau gejalanya ringan atau sedang, dirawatnya di ruang isolasi di desa yang sudah menggunakan dana desa 8 persen untuk ruang isolasi posko dan lain-lain," tandas Kang Emil.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Rekomendasi
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Sinopsis Don’t Mess...
Sinopsis Don’t Mess with the Blind Heiress di V+Short, Kisah Sang Pewaris Buta
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Berita Terkini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved