Desa Tematik Jadi Pemantik Ekonomi Warga di Masa Paceklik
Jum'at, 25 Juni 2021 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menuturkan, gerakan ekonomi kecil yang terus melaju dari berbagai desa bisa menjadi kunci. Desa tematik lebih menekankan pada upaya pemetaan potensi, lalu diorganisir menjadi sebuah kegiatan berbasis ekonomi.
"Sebelum akhirnya bisa membuat produk. Pada desa tematik , titik tekan diperioritaskan pada menggali potensi, sehingga desa tetap menjadi pusat pertumbuhan, dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada di desa itu," kata Tamam, panggilan akrabnya.
Baca juga: 4 Warga Sipil Tewas Ditembak di Yahukimo, Polda Papua Sebut KKB Masih Sandera 4 Warga
Ia melanjutkan, pembentukan WUB dengan target minimal 10 ribu orang bisa menjadi langkah strategis. Warga yang berminat mengembangkan usaha mandiri, bisa bergabung mengikuti program ini. Mereka diberi pelatihan sesuai dengan keinginan jenis usaha yang hendak dikembangkan.
Konsep implementatif melalui teori dan praktik langsung yang diterapkan pada WUB, menjadi sisi yang menarik untuk membuka gerbang rezeki. "Pola pembinaan bukan hanya saat pelatihan, pasca pelatihan hingga para peserta program bisa mandiri dalam menjalankan usahanya," sambungnya.
Tercatat, sepanjang 2020 sebanyak 1.690 warga dari 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, telah mengikuti program pelatihan ini. Sementara pada 2021, pemkab melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja telah menetapkan anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk 1.600 orang yang dibagi 27 jenis dengan 80 paket pelatihan.
![Desa Tematik Jadi Pemantik Ekonomi Warga di Masa Paceklik]()
Desa tematik terus mengimbas pada masyarakatnya. Selain dibekali alat, Pemkab Pamekasan juga menyediakan pinjaman modal usaha dengan suku bunga sangat rendah, yakni hanya satu persen dari suku bunga normal enam persen.
"Karena yang lima persen itu disubsidi oleh Pemkab Pamekasan. Jadi bunga satu persen ini, hanya membayar administrasinya saja," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan Tenaga Kerja Pemkab Pamekasan Supriyanto.
Ia melanjutkan, kolaborasi di desa tematik juga melibatkan sejumlah perusahaan yang menyalurkan dana CSR-nya untuk program WUB Pemkab Pamekasan. Ada perusahaan seperti Bank Jatim, BRI, PT Garam dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, bantuan alat ini, tidak untuk perorangan, akan tetapi diberikan kepala kelompok.
Baca juga: Sekda Flassy Jadi Plh Gubernur Papua, Lukas Enembe Bereaksi Keras Sebut Ada Kudeta Sipil
Upaya menciptakan iklim terintegratif dan saling melengkapi sebagai modal dasar berusaha dalam sebuah tim seperti ini, tentu bukan hal yang mudah. Ada juga kelompok milenial yang juga dilibatkan dalam proses pemasaran produk dari desa tematik.
"Sebelum akhirnya bisa membuat produk. Pada desa tematik , titik tekan diperioritaskan pada menggali potensi, sehingga desa tetap menjadi pusat pertumbuhan, dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada di desa itu," kata Tamam, panggilan akrabnya.
Baca juga: 4 Warga Sipil Tewas Ditembak di Yahukimo, Polda Papua Sebut KKB Masih Sandera 4 Warga
Ia melanjutkan, pembentukan WUB dengan target minimal 10 ribu orang bisa menjadi langkah strategis. Warga yang berminat mengembangkan usaha mandiri, bisa bergabung mengikuti program ini. Mereka diberi pelatihan sesuai dengan keinginan jenis usaha yang hendak dikembangkan.
Konsep implementatif melalui teori dan praktik langsung yang diterapkan pada WUB, menjadi sisi yang menarik untuk membuka gerbang rezeki. "Pola pembinaan bukan hanya saat pelatihan, pasca pelatihan hingga para peserta program bisa mandiri dalam menjalankan usahanya," sambungnya.
Tercatat, sepanjang 2020 sebanyak 1.690 warga dari 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, telah mengikuti program pelatihan ini. Sementara pada 2021, pemkab melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja telah menetapkan anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk 1.600 orang yang dibagi 27 jenis dengan 80 paket pelatihan.

Desa tematik terus mengimbas pada masyarakatnya. Selain dibekali alat, Pemkab Pamekasan juga menyediakan pinjaman modal usaha dengan suku bunga sangat rendah, yakni hanya satu persen dari suku bunga normal enam persen.
"Karena yang lima persen itu disubsidi oleh Pemkab Pamekasan. Jadi bunga satu persen ini, hanya membayar administrasinya saja," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan Tenaga Kerja Pemkab Pamekasan Supriyanto.
Ia melanjutkan, kolaborasi di desa tematik juga melibatkan sejumlah perusahaan yang menyalurkan dana CSR-nya untuk program WUB Pemkab Pamekasan. Ada perusahaan seperti Bank Jatim, BRI, PT Garam dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, bantuan alat ini, tidak untuk perorangan, akan tetapi diberikan kepala kelompok.
Baca juga: Sekda Flassy Jadi Plh Gubernur Papua, Lukas Enembe Bereaksi Keras Sebut Ada Kudeta Sipil
Upaya menciptakan iklim terintegratif dan saling melengkapi sebagai modal dasar berusaha dalam sebuah tim seperti ini, tentu bukan hal yang mudah. Ada juga kelompok milenial yang juga dilibatkan dalam proses pemasaran produk dari desa tematik.
Lihat Juga :