alexametrics

Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020

loading...
Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020
Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kota Bandung mengaku keberatan, atas wacana siswa kembali sekolah pada pertengahan Juni 2020. Ilustrasi/Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kota Bandungmengaku keberatan, atas wacana siswa kembali sekolah pada pertengahan Juni 2020, tanpa ada skema jelas dan kepastian aman dari ancaman kasus COVID-19.

"Orang tua keberatan. Jangan langsung masuk kelas. Kecuali pemerintah bisa memastikan bahwa kita sudah aman 100% dan semua bisa bebas kembali seperti sedia kala. Sementara sejauh ini belum, penularan masih terus terjadi sekitar 400 kasus per hari," kata Ketua Fortusis Kota Bandung Dwi Subawanto, Selasa (26/5/2020).

Menurut dia, para orang tua akan keberatan bila situasi pandemi COVID-19 masih seperti ini. Apalagi, dalam waktu dekat akan ada arus balik dari mudik ke beberapa kota besar. Dikhawatirkan akan kembali memicu munculnya kasus baru, karena ada transmisi atas daerah. (Baca juga; Rencana Sekolah Dibuka 15 Juni 2020, Jabar Tunggu Instruksi Pusat)



"Belum ada kepastian aman 100%. Bisa jadi dalam beberapa hari ke depan akan meningkat, setelah pulang mudik. Bayangkan, menjaga kesehatan ke pusat perbelanjaan, belanja di pasar, masih abai dilakukan para orang tua. Bagaimana kemudian anaknya masuk sekolah," kata Dwi.

Sementara, bila anak-anak sudah masuk sekolah, mereka akan sulit menerapkan protokol kesehatan. Mereka akan bermain dan tanpa ada batasan, anak cenderung main layaknya dengan saudara. Sementara penularan terjadi karena ada kontak atau percikan air liur atau batuk.

"Ini bahaya. Mestinya kementerian punya model untuk SD, SMP, SMK/SMA. Kalau langsung masuk sekolah, akan bahaya, orang tua keberatan. Mestinya Kementerian Pendidikan membuka masa transisi atau tahapan jelas," bebernya. (Baca juga; ASN Pemprov Jabar Bekerja dari Rumah hingga 29 Mei 2020)

Tahapan itu, kata dia, bisa dibuat secara gradual hingga anak bisa masuk sekolah dan menjalani pembelajaran normal seperti sedia kala. Tahapan itu harus terkontrol. Sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak