Penyebab Puting Beliung di Minsel, Ini Penjelasan BMKG Manado
Kamis, 24 Juni 2021 - 22:53 WIB
loading...
Angin puting beliuang saat menghantam puluhan rumah di Minahasa Selatan. Foto: Istimewa
A
A
A
MANADO - Angin puting beliung menghantam Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) , Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut ) hingga memporakporandakan puluhan rumah di daerah itu sekira pukul 17.20, Kamis (24/6/2021).
Usai kejadian itu, Analisis Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado memberikan penjelasan terkait penyebab munculnya angin puting beliung.
Baca juga: 43 Rumah di Minsel Rusak Berat Dihantam Angin Puting Beliung
Menurutnya, pada pukul 14.30-15.10 WITA, di daerah kejadian tepatnya di Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara terbentuk Awan Supercel Cumulunimbus dengan Intensitas Tinggi (Nilai DBZ Radar Cuaca).
Awan tersebut menurut Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, kemudian membentuk Bow Echo yang merupakan pattern awan di radar cuaca yang dapat mengakibatkan terjadinya puting beliung.
Usai kejadian itu, Analisis Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado memberikan penjelasan terkait penyebab munculnya angin puting beliung.
Baca juga: 43 Rumah di Minsel Rusak Berat Dihantam Angin Puting Beliung
Menurutnya, pada pukul 14.30-15.10 WITA, di daerah kejadian tepatnya di Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara terbentuk Awan Supercel Cumulunimbus dengan Intensitas Tinggi (Nilai DBZ Radar Cuaca).
Awan tersebut menurut Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, kemudian membentuk Bow Echo yang merupakan pattern awan di radar cuaca yang dapat mengakibatkan terjadinya puting beliung.
Lihat Juga :