Waspadai Cuaca Ekstrem, Gelombang Tinggi dan Banjir, Ini Daftar Daerah Berpotensi Terdampak
Kamis, 19 Desember 2024 - 06:32 WIB
loading...
Sejumlah fenomena atmosfer signifikan dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, berupa cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga banjir rob pada Kamis (19/12/2024). Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah fenomena atmosfer signifikan dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, yakni berupa cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga banjir rob di beberapa wilayah pada Kamis (19/12/2024).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi bibit Siklon Tropis 96W yang diperkirakan memasuki wilayah daratan Filipina dan menyebabkan terbentuknya daerah konfluensi di wilayah tengah Filipina.
Baca juga: Nataru Dibayangi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di Jabar dan Jateng
Suspek gangguan tropis lainnya diperkirakan memasuki Teluk Karpentaria, membentuk daerah konfluensi di wilayah Laut Banda hingga Papua Nugini.
Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Cina Selatan dan membentuk daerah konfluensi di Laut Natuna Utara. Daerah konfluensi lainnya terdeteksi memanjang di Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, Laut Sawu, Papua Barat Daya hingga Papua Pegunungan, serta di perairan Barat Sumatera hingga Selatan Nusa Tenggara Barat, Laut Jawa, Laut Flores, dan perairan Utara Papua.
“Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah konfluensi dan sirkulasi siklonik,” ungkap Prakirawan Cuaca BMKG lewat akun media sosial resmi BMKG.
Sementara itu, BMKG melaporkan rata-rata angin pada ketinggian 3.000 kaki umumnya bertiup dari arah baratan dengan kecepatan 10 hingga 60 km/jam.
Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem saat Nataru Dampak 3 Fenomena Ini
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 16 hingga 33°C dengan kelembaban relatif antara 59 hingga 100 persen.
Gelombang laut di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Namun, gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter perlu diwaspadai.
Khususnya di Samudra Hindia Barat Aceh hingga Lampung, perairan Barat Aceh hingga Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, perairan Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Laut Natuna Utara, serta Laut Timur.
Potensi banjir pesisir (banjir rob) diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Sulawesi Utara.
Untuk kondisi cuaca di kota-kota besar wilayah Sumatera diperkirakan mengalami cuaca berawan di Pekanbaru. Hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.
Sementara hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Pangkal Pinang dan Palembang. Di Pulau Jawa, hujan ringan kemungkinan terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, sedangkan Bandung diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi terjadi di Mataram, sementara Denpasar dan Kupang diimbau waspada terhadap hujan yang disertai petir.
Kalimantan diperkirakan mengalami hujan ringan di Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin, sedangkan Tanjung Selor dan Palangkaraya berpotensi hujan petir.
Di Sulawesi, udara kabur diperkirakan di Kendari, dengan hujan ringan di Makassar, Palu, dan Gorontalo, serta hujan petir di Mamuju dan Manado.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi bibit Siklon Tropis 96W yang diperkirakan memasuki wilayah daratan Filipina dan menyebabkan terbentuknya daerah konfluensi di wilayah tengah Filipina.
Baca juga: Nataru Dibayangi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di Jabar dan Jateng
Suspek gangguan tropis lainnya diperkirakan memasuki Teluk Karpentaria, membentuk daerah konfluensi di wilayah Laut Banda hingga Papua Nugini.
Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Cina Selatan dan membentuk daerah konfluensi di Laut Natuna Utara. Daerah konfluensi lainnya terdeteksi memanjang di Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, Laut Sawu, Papua Barat Daya hingga Papua Pegunungan, serta di perairan Barat Sumatera hingga Selatan Nusa Tenggara Barat, Laut Jawa, Laut Flores, dan perairan Utara Papua.
“Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah konfluensi dan sirkulasi siklonik,” ungkap Prakirawan Cuaca BMKG lewat akun media sosial resmi BMKG.
Sementara itu, BMKG melaporkan rata-rata angin pada ketinggian 3.000 kaki umumnya bertiup dari arah baratan dengan kecepatan 10 hingga 60 km/jam.
Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem saat Nataru Dampak 3 Fenomena Ini
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 16 hingga 33°C dengan kelembaban relatif antara 59 hingga 100 persen.
Gelombang laut di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Namun, gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter perlu diwaspadai.
Khususnya di Samudra Hindia Barat Aceh hingga Lampung, perairan Barat Aceh hingga Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, perairan Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Laut Natuna Utara, serta Laut Timur.
Potensi banjir pesisir (banjir rob) diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Sulawesi Utara.
Untuk kondisi cuaca di kota-kota besar wilayah Sumatera diperkirakan mengalami cuaca berawan di Pekanbaru. Hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.
Sementara hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Pangkal Pinang dan Palembang. Di Pulau Jawa, hujan ringan kemungkinan terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, sedangkan Bandung diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi terjadi di Mataram, sementara Denpasar dan Kupang diimbau waspada terhadap hujan yang disertai petir.
Kalimantan diperkirakan mengalami hujan ringan di Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin, sedangkan Tanjung Selor dan Palangkaraya berpotensi hujan petir.
Di Sulawesi, udara kabur diperkirakan di Kendari, dengan hujan ringan di Makassar, Palu, dan Gorontalo, serta hujan petir di Mamuju dan Manado.
Lihat Juga :