Warga Kabupaten Blitar Dilarang Mengonsumsi Daging Sapi Tulungagung, Ada Apa?

Kamis, 24 Juni 2021 - 19:09 WIB
loading...
Warga Kabupaten Blitar...
Warga Kabupaten Blitar, dilarang mengonsumsi daging sapi asal Tulungagung, untuk mengantisipasi penyakit anthraks. Foto/Ilustrasi
A A A
BLITAR - Daging sapi dan kambing asal Kabupaten Tulungagung, ditolak untuk masuk Kabupaten Blitar. Penolakan tegas ini, disampaikan Pemkab Blitar, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit antraks yang belum lama ini ditemukan di Tulungagung.

Baca juga: Bangkai Sapi Besar dan Busuk Ini Gegerkan Warga Bantaran DAS Kapitan

"Untuk mencegah meluasnya wabah (antraks), Pemkab Blitar mencegah ternak dan daging dari Tulungagung," ujar Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Adi Andaka kepada wartawan. Belum lama ini kasus antraks ditemukan di wilayah Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.



Sedikitnya 26 ekor sapi dan tiga ekor kambing, mati. Antraks diduga juga sudah menular ke pekerja kandang. Larangan masuknya daging dan ternak dari Tulungagung dituangkan dalam SE Nomor 524.3/606/409.115.2/2021. SE disosialisasikan Pemkab Blitar kepada seluruh camat dan kades.

Baca juga: Bripka IPS Bakar Istri yang Baru 3 Bulan Dinikahi, Sempat Sebut Terbakar Akibat Kompor

Hal itu mengingat Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar berbatasan langsung. "Sesuai ketentuan, pemerintah wajib melindungi kesehatan hewan dan manusia serta ekosistemnya," terang Adi Andaka.

Sesuai data yang dihimpun, populasi sapi potong di Kabupaten Blitar, sekitar 141 ribu ekor. Kemudian sapi perah sekitar 14 ribuan ekor, kerbau dua ribuan ekor, dan kuda 170-an ekor. Terkait kasus antraks . Pada tahun 2018 lalu, di wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, juga pernah ditemukan kasus kematian sapi yang mengarah pada serangan antraks.

Baca juga: Solok Gempar, Hewan Aneh Berwajah Babi Berkuku Beruang Ditangkap di Gedung DPRD

Adi Andaka juga mengatakan, hingga menjelang hari raya Idul Adha pengawasan ternak akan terus diperketat. Termasuk di tempat pemotongan hewan , juga diawasi. "Kita tingkatkan kewaspadaan. Termasuk warga diminta segera melapor jika menemukan kasus dengan gejala yang mengarah," pungkasnya.

Kebijakan berbeda diambil Pemkot Blitar. Pemkot Blitar tidak melarang masuknya daging dan ternak yang berasal dari Kabupaten Tulungagung. Hanya saja harus melalui pengawasan ketat . "Untuk mengantisipasi penularan dilakukan pengawasan ketat," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rodiyah.

Baca juga: Bupati, Sekda, hingga Kepala OPD Positif COVID-19, Majalengka Bisa Lumpuh?

Pemerintah Kota Blitar memiliki pasar hewan di wilayah Dimoro. Perdagangan ternak di Dimoro merupakan yang terbesar di Kota Blitar. Setiap hari pasaran Pon dan Legi banyak pedagang luar kota yang masuk. Termasuk juga dari Tulungagung. "Banyak pedagang sapi dari luar kota, termasuk Tulungagung," kata Rodiyah.

Meski tidak memberlakukan pelarangan, setiap pedagang asal Tulungagung, yang masuk pasar Dimoro wajib menunjukkan surat sehat ternak . Jika tidak membawa pedagang diminta lebih dulu memeriksakan ternaknya di puskesmas hewan di sekitar pasar. "Kita hanya ingin memastikan ternak yang masuk Kota Blitar benar-benar sehat," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PB IKA PMII Terima Bantuan...
PB IKA PMII Terima Bantuan Sapi Presiden, Salurkan 5.000 Paket Daging Ramah Lingkungan
Partai Perindo Sultra...
Partai Perindo Sultra Kurban 5 Sapi, Ferry Irawan: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat
Antisipasi Risiko Geopolitik...
Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Mahasiswa STIK Sumbang...
Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
Harga Daging Sapi di...
Harga Daging Sapi di Jakarta Dipastikan Terjangkau
Perkuat Pasokan Daging...
Perkuat Pasokan Daging Jakarta, Dharma Jaya Impor 7.500 Sapi
Istana soal Polemik...
Istana soal Polemik 1.098 Sapi Kurban Presiden: Bantuan Pemerintah ke Masyarakat
Daging Kurban Ternyata...
Daging Kurban Ternyata Setara Whey Protein, Bisa Tingkatkan Massa Otot
Ini Cara Simpan Daging...
Ini Cara Simpan Daging Kurban agar Tidak Alot, Jangan Langsung Masuk Freezer!
Rekomendasi
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Berita Terkini
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved