Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, DPRD Kendal Minta Tabung Oksigen Disiagakan di Tiap Desa
Rabu, 23 Juni 2021 - 13:47 WIB
loading...
Rapat Dengar Pendapat Komisi D DPRD Kendal membahas upaya penanggulangan Covid-19
A
A
A
KENDAL - Melonjaknya kasus Covid-19 di kabupaten Kendal membuat ruang perawatan khusus untuk pasien penuh. Bahkan sudah ada beberapa mengantre ketersediaan ruang di rumah sakit. Menyikapi hal ini, DPRD Kendal melalui Komisi D mendorong pengadaan tabung oksigen di tempat isolasi terpusat yang ada di masing-masing desa.
Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Shodiq, mengatakan pengadaan tabung oksigen tersebut sebagai langkah penanganan dini terhadap pasien dengan gejala sesak nafas. Keberadaan tabung oksigen diharapkan menjadi alat pertolongan pertama bagi masyarakat sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
"Anggarannya, pemerintah desa dapat menggunakan alokasi 8 persen dana desa untuk penanganan Covid-19. Terkait regulasinya, apakah bisa atau tidak, bisa dikaji lebih lanjut. Pada prinsipnya, keberadaan tabung oksigen sebagai cadangan jika memang ada yang terpapar dan itu sifatnya tidak mendesak, bisa segera ditangani di tingkat desa mengingat daya tampung rumah sakit yang terbatas," terangnya, Selasa (22/6/2021).
Lebih lanjut, politisi PKB itu meminta pemerintah daerah melalui OPD terkait bersinergi dengan pemangku kepentingan lain untuk bersama-sama menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 di Kendal. Menurutnya sinergitas dengan TNI, Polri serta instansi dan lembaga lain di semua tingkatan diperlukan untuk menekan laju pertumbuhan kasus.
"Pada rapat dengar pendapat kemarin, kita berharap semuanya harus saling sinergi agar kasus Covid-19 bisa ditangani bersama-sama. Contoh relawan BPBD di masing-masing daerah bisa dimaksimalkan agar program PPKM mikro bisa berjalan maksimal," terangnya di Kendal.
Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Shodiq, mengatakan pengadaan tabung oksigen tersebut sebagai langkah penanganan dini terhadap pasien dengan gejala sesak nafas. Keberadaan tabung oksigen diharapkan menjadi alat pertolongan pertama bagi masyarakat sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
"Anggarannya, pemerintah desa dapat menggunakan alokasi 8 persen dana desa untuk penanganan Covid-19. Terkait regulasinya, apakah bisa atau tidak, bisa dikaji lebih lanjut. Pada prinsipnya, keberadaan tabung oksigen sebagai cadangan jika memang ada yang terpapar dan itu sifatnya tidak mendesak, bisa segera ditangani di tingkat desa mengingat daya tampung rumah sakit yang terbatas," terangnya, Selasa (22/6/2021).
Lebih lanjut, politisi PKB itu meminta pemerintah daerah melalui OPD terkait bersinergi dengan pemangku kepentingan lain untuk bersama-sama menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 di Kendal. Menurutnya sinergitas dengan TNI, Polri serta instansi dan lembaga lain di semua tingkatan diperlukan untuk menekan laju pertumbuhan kasus.
"Pada rapat dengar pendapat kemarin, kita berharap semuanya harus saling sinergi agar kasus Covid-19 bisa ditangani bersama-sama. Contoh relawan BPBD di masing-masing daerah bisa dimaksimalkan agar program PPKM mikro bisa berjalan maksimal," terangnya di Kendal.
Lihat Juga :